unique visitors counter
⌂ Beranda News Heboh! Rp 2,8 Miliar Disumpal di Plafon Rumah, Pejabat Bea Cukai Gatot Heroe Ditangkap KPK
News

Heboh! Rp 2,8 Miliar Disumpal di Plafon Rumah, Pejabat Bea Cukai Gatot Heroe Ditangkap KPK

Heboh! Rp 2,8 Miliar Disumpal di Plafon Rumah, Pejabat Bea Cukai Gatot Heroe Ditangkap KPK
Gatot • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengungkap modus penyimpanan uang suap yang tak lazim namun spektakuler. Kali ini, penyidik KPK menemukan tumpukan uang senilai Rp 2,8 miliar yang disembunyikan di atas plafon rumah milik seorang pejabat tinggi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
 
Uang dalam bentuk Dolar Singapura (SGD) dan Dolar Amerika Serikat (USD) tersebut merupakan bagian dari uang suap yang diterima oleh Kepala Pengawasan dan Pelayanan Ditjen Bea Cukai Wilayah Kediri, Gatot Heroe Hernanda (GHH). Penemuan ini terungkap saat penyidik KPK menggeledah sejumlah properti milik Gatot dan keluarganya, pada Rabu (26/8/2026).
 
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan bahwa uang miliaran itu tidak disimpan di brankas atau tempat aman pada umumnya, melainkan disumpal di area yang jarang tersentuh.
 
"Ini ditemukan di tempat yang memang bukan tempat khusus untuk penyimpanan. Kalau ada di plafon saya kurang begitu detailnya, tapi kemudian memang ada laporan temuan barang bukti di plafon begitu," ujar Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026).
 

Detik-Detik Penggeledahan di Rumah Kedua

Taufik menjelaskan bahwa tim penyidik tidak hanya menggeledah satu lokasi. Berdasarkan intelijen dan pengembangan kasus, penyidik menyasar beberapa rumah yang berafiliasi dengan Gatot Heroe.
 
"Betul itu ada disimpan di atas plafon. Dan itu rupanya rumah yang kedua. Ada rumah GH (Gatot Heroe) sendiri di Malang, kemudian ada di beberapa daerah lain yang masih terkait dengan keluarganya. Nah, di situ kemudian ditemukan barang bukti uang tersebut," jelas Taufik.
 
Penemuan uang di plafon ini sontak menjadi sorotan publik, mengingat nilai yang fantastis dan cara penyimpanan yang dianggap sebagai upaya sistematis untuk mengelabui penyidik dari jejak kekayaan yang tidak wajar.
 

📰 Update Terbaru