unique visitors counter
⌂ Beranda News Nepal dan China Lanjutkan Pencarian Korban Banjir, Ancaman Danau Berkurang
News

Nepal dan China Lanjutkan Pencarian Korban Banjir, Ancaman Danau Berkurang

Nepal dan China Lanjutkan Pencarian Korban Banjir, Ancaman Danau Berkurang
Nepal dan China Lanjutkan Pencarian Korban Banjir, Ancaman Danau Berkurang
A A Ukuran Teks16px

Dari jumlah yang hilang, setidaknya 540 orang adalah warga asing, banyak di antaranya peziarah Hindu dari India yang menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar di Tibet.

Palang Merah memperkirakan lebih dari 90.000 orang terkena dampak banjir.

Truk-truk berisi bantuan terhambat setelah danau penghalang jebol.

Di Beijing, Politbiro Tiongkok mengadakan pertemuan pada Jumat untuk mengarahkan upaya penyelamatan.

Pertemuan yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu menekankan perlunya rencana pencarian yang ilmiah dan upaya maksimal untuk menemukan orang hilang dari Tiongkok dan luar negeri.

Mereka juga menyerukan penguatan pemantauan danau gletser, risiko tanah longsor, dan danau penghalang, serta bantuan darurat ke Nepal.

Perdana Menteri Li Qiang tiba di daerah terdampak Gyirong pada Kamis sore, menandakan prioritas tinggi pemerintah.

Hingga Kamis malam, tim penyelamat Tiongkok belum mencapai lokasi terparah di perbatasan, yaitu Gyirong, karena akses jalan masih terhalang puing.

>>> Ko Hee-jin Mundur dari Red Sparks, Ini Profil Pelatih Megawati Hangestri

Rekaman dramatis menunjukkan aliran air dan puing yang menghancurkan bangunan di area perbatasan dalam hitungan detik.

Jumlah orang hilang di Gyirong mencapai 558, termasuk 260 warga asing, menurut CCTV.

Sejauh ini, lima orang dipastikan tewas di sisi Tiongkok.

Tim penyelamat Nepal menggunakan helikopter untuk mencari korban selamat dan menjatuhkan bantuan darurat ke ribuan orang yang terputus di kota dan lembah.

Petugas dengan anjing pelacak menemukan puluhan jenazah yang terbawa ke dataran rendah.

Dibga Tamang adalah salah satu orang terakhir yang diselamatkan dari Rasuwa pada Kamis, diterbangkan bersama tiga orang lainnya ke kamp militer di Nuwakot.

"Semua orang kami sudah pergi. Mereka mati," kata Tamang.

📰 Update Terbaru