unique visitors counter
⌂ Beranda News Nepal dan China Lanjutkan Pencarian Korban Banjir, Ancaman Danau Berkurang
News

Nepal dan China Lanjutkan Pencarian Korban Banjir, Ancaman Danau Berkurang

Nepal dan China Lanjutkan Pencarian Korban Banjir, Ancaman Danau Berkurang
Nepal dan China Lanjutkan Pencarian Korban Banjir, Ancaman Danau Berkurang
A A Ukuran Teks16px

Nepal dan China kembali melanjutkan operasi penyelamatan korban banjir di kawasan Himalaya pada Jumat (28/8) setelah risiko dari danau yang meluap dinilai dapat dikendalikan.

Sebelumnya, operasi sempat dihentikan sementara karena kekhawatiran danau yang terbentuk akibat longsoran gletser akan jebol dan memicu banjir susulan.

>>> Jadwal Persib Bandung September 2026: Tiga Laga Super League, Dimulai Lawan PSM

Banjir dahsyat yang dipicu longsoran gletser pada Rabu (26/8) telah menewaskan 547 orang di Nepal dan lima orang di Tibet, Tiongkok.

Hampir 1.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang di kedua negara tersebut.

Longsoran gletser memicu aliran besar batu, es, lumpur, dan puing yang menghantam sistem sungai pegunungan Himalaya.

Kejadian ini juga membentuk sebuah danau yang airnya terus terkumpul dan naik.

Pada Jumat, volume air di danau tersebut mencapai 2,5 juta meter kubik, naik dari perkiraan 1,5-2 juta meter kubik sehari sebelumnya.

Air kemudian meluap ke Sungai Lhende Khola dan selanjutnya ke Sungai Trishuli, menurut otoritas dan saksi di Nepal.

Luapan ini memicu kepanikan dan peringatan dari otoritas Nepal, sehingga operasi penyelamatan dihentikan sekitar tiga jam.

Di sisi Tiongkok, semua personel dan kendaraan penyelamat juga ditarik ke area aman sebagai antisipasi.

Setelah ancaman mereda, kedua negara kembali melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan.

Juru bicara Angkatan Darat Nepal, Raja Ram Basnet, mengatakan operasi dihentikan sementara setelah peringatan banjir, tetapi kenaikan air hanya sekitar 0,6 meter.

Dampak dan Upaya Penyelamatan

Banjir menghancurkan desa-desa dan lembah, merusak pembangkit listrik, jalan, dan jembatan di sepanjang rute yang menghubungkan Kathmandu dengan Lhasa di Tibet.

Rute ini populer di kalangan pendaki dan peziarah.

📰 Update Terbaru