Banjir bandang dahsyat yang melanda kawasan perbatasan China dan Nepal telah menewaskan sedikitnya 359 orang dan menyebabkan lebih dari 1.400 orang hilang hingga Kamis.
Banyak korban merupakan warga asing yang sedang berada di kawasan itu untuk trekking, tur berpemandu, atau ziarah ke situs suci Hindu.
>>> Polisi Kerahkan 18.504 Personel Amankan Demo 27 Agustus, Tanpa Senpi dan 6 Zona
Jumlah korban hilang dari bencana Rabu lalu bisa berbeda-beda di setiap lembaga karena perbedaan metode pengumpulan data, waktu pelaporan, dan verifikasi.
Selain itu, koordinasi antara pihak yang mengumpulkan data dan tim penyelamat di lapangan juga masih belum optimal.
Dampak di Nepal
Otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan jumlah korban tewas mencapai 359 orang, dengan 910 orang masih hilang, termasuk 517 warga asing.
Sebanyak 50 warga asing telah berhasil dievakuasi melalui udara.
Laporan lokal mengutip Pusat Operasi Darurat Nasional yang menyebutkan bahwa yang hilang mencakup 113 turis Nepal, 85 personel keamanan dari tentara dan polisi, serta 161 warga Distrik Rasuwa dan satu dari Distrik Nuwakot.
Dampak di China dan Negara Lain
Media pemerintah China melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 558 orang hilang di Kabupaten Gyirong, Tibet.
CCTV, penyiar negara China, melaporkan bahwa 260 dari 558 orang hilang tersebut adalah warga asing.
Kementerian Luar Negeri China juga menyebutkan hampir 100 warga China hilang di sisi Nepal.
>>> Cara Adzillanie Izzati Atasi Bibir Pecah-pecah di Cuaca Panas
Kementerian Luar Negeri India melaporkan 288 warga India belum bisa dihubungi, termasuk 73 orang yang bekerja di proyek pembangkit listrik.
Otoritas Nepal menyebut banyak turis India sedang berziarah ke Gunung Kailash di Tibet, situs suci bagi umat Hindu.