"Tidak ada yang menungguku. Semuanya hilang."
Banyak orang datang ke pangkalan militer untuk mencari informasi tentang keluarga yang hilang atau meninggal.
Jenazah dibawa ke barak dan daftar orang yang diselamatkan ditempel di luar untuk membantu keluarga.
Respons Internasional
Kerabat orang hilang di seluruh dunia berjuang mendapatkan informasi.
Sneha Sudhir adalah salah satu dari 10 wanita yang suaminya berangkat dari Nepal untuk trekking ke Gunung Kailash saat bencana terjadi.
Pria-pria itu, semuanya dari Virginia utara, termasuk puluhan warga Amerika yang hilang.
"Di mana mereka?" kata Sudhir sambil menangis dari rumahnya di Chantilly, Virginia, pada Kamis.
Para wanita saling mendukung dan menghubungi pejabat, politisi, serta keluarga dan teman di AS dan India.
Presiden Donald Trump mengatakan AS telah menawarkan bantuan ke Nepal.
"Tidak ada yang pernah melihat hal seperti itu, di mana bangunan yang kuat dan kokoh hancur seperti tusuk gigi," kata Trump.
Meskipun tawaran bantuan mengalir, Nepal mengatakan tidak membutuhkan bantuan asing dalam misi pencarian dan penyelamatan.
Tim respons cepat Korea Selatan sudah berada di Kathmandu tetapi belum diturunkan karena pemerintah Nepal belum memiliki rencana menerima tim asing.
>>> Toyota Camry Hangus Terbakar di Tol MBZ KM 38, Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab
The Kathmandu Post melaporkan India, China, AS, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Bangladesh telah meminta izin untuk membantu operasi.
