unique visitors counter
⌂ Beranda News Kamboja Klaim Bebas Kompleks Penipuan Online, Pakar Ragukan
News

Kamboja Klaim Bebas Kompleks Penipuan Online, Pakar Ragukan

Kamboja Klaim Bebas Kompleks Penipuan Online, Pakar Ragukan
Kamboja Klaim Bebas Kompleks Penipuan Online, Pakar Ragukan
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Kamboja mengklaim telah mencapai tonggak sejarah dalam pemberantasan industri penipuan online yang dituduh mencuri miliaran dolar dari korban di seluruh dunia.

Menteri Senior yang bertanggung jawab memerangi penipuan online, Chhay Sinarith, mengatakan kepada para diplomat asing pada Kamis bahwa aktivitas penipuan skala besar telah sepenuhnya dikendalikan.

>>> Korban Tewas Banjir Nepal-China Mendekati 600, 2.400 Orang Hilang

Dalam pernyataan yang dirilis Jumat, ia menegaskan tidak ada lagi kompleks penipuan online yang tersisa di negara itu.

Namun, pernyataan tersebut mengakui bahwa kelompok kriminal telah beralih ke aktivitas skala kecil yang terdesentralisasi, bersembunyi di wisma, kondominium, rumah sewaan, kendaraan, dan kedai kopi.

Otoritas Kamboja terus menargetkan operasi-operasi tersebut.

Keraguan dari Para Ahli

Direktur regional bersama Amnesty International, Montse Ferrer, mengatakan kelompok hak asasi manusia itu sangat skeptis terhadap klaim bahwa industri kompleks penipuan telah dihilangkan secara efektif.

Ia menekankan bahwa ujian sebenarnya bukanlah berapa banyak kompleks yang ditutup, melainkan apakah para pelaku telah diselidiki, dituntut, dan dicegah untuk beroperasi kembali.

>>> Cegah Bahaya Listrik, PLN Gelar Edukasi di Pondok Cabe Ilir

Jacob Sims, peneliti tamu di Harvard University yang menganalisis kejahatan transnasional di Asia Tenggara, mengatakan tekanan internasional telah menghasilkan gangguan nyata pada kompleks besar tahun ini.

Namun, ia memperingatkan bahwa penindasan terhadap masyarakat sipil dan media di Kamboja berarti klaim pemberantasan tanpa verifikasi independen harus dipandang dengan skeptis.

Ia menambahkan bahwa risiko yang lebih besar bagi komunitas internasional adalah menganggap gangguan yang terlihat sebagai pembongkaran jaringan yang mendasari dan perlindungan politik yang memungkinkan industri ini.

Reuters belum secara independen mengkonfirmasi klaim pemerintah Kamboja.

Jurnalis Reuters yang mengunjungi pusat penipuan yang ditinggalkan atau disita di Kamboja pada Februari, Maret, dan April menemukan bukti penyalahgunaan dan penipuan skala industri.

>>> Fajar Aldila dan Fakta Terbaru Kasus Dugaan Pelecehan di Sumedang

Sejak Juli 2025, otoritas Kamboja telah menyelidiki 793 lokasi yang diduga terkait penipuan, yang mengarah pada penindakan di 624 lokasi dan penahanan hampir 30.000 tersangka dari 39 negara, kata Chhay Sinarith.

📰 Update Terbaru