Minyak goreng curah naik 0,99% menjadi Rp20.500 per kg. Gula pasir premium turun 0,25% menjadi Rp20.300 per kg.
Gula pasir lokal naik 0,53% menjadi Rp19.100 per kg.
Keluhan Pedagang dan Konsumen
Di pasar tradisional, kenaikan harga ini memicu keluhan dari para pedagang.
Rokhman, 56 tahun, pedagang beras di Pasar Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyebut harga beras medium yang dijual terpaksa naik dari Rp13.000 menjadi Rp15.000 per kg mengikuti harga distributor.
>>> Kapan Raisya Bawazier Menikah dengan Muhammad Zidan? Ini Fakta di Tengah Gugatan Cerai
"Awalnya saya jual beras medium Rp13 ribu per kg, sekarang sudah Rp15 ribu.
Katanya dari distributor memang naik, jadi mau tidak mau harga jual ikut naik," kata Rokhman kepada Poskota, Selasa, 1 September 2026.
Pria yang sudah puluhan tahun berjualan beras itu berharap kenaikan tidak berlanjut dan harga beras dapat kembali stabil.
Ia menilai pembeli di pasar tradisional banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah dan umumnya membeli beras secara eceran menggunakan literan sehingga kenaikan harga akan lebih terasa.
Sementara itu, Halimah, 45 tahun, pedagang ayam potong, menyampaikan, harga daging ayam utuh berukuran kecil yang sebelumnya dijual Rp35.000 per ekor kini merangkak naik hingga Rp50.000 per ekor.
Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan intervensi pasar agar harga kembali stabil.
"Kalau dari agen sudah naik, kami juga tidak mungkin bertahan dengan harga yang lama.
Dulu ayam kecil kurang dari satu kilo Rp35 ribu, sekarang sudah sekitar Rp50 ribu," ujarnya.
Kendati demikian, para pedagang tersebut tidak ingin berspekulasi mengenai kemungkinan keterkaitan kenaikan harga ayam dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, mereka berharap pemerintah dapat melakukan intervensi agar harga ayam kembali terjangkau karena komoditas tersebut menjadi salah satu kebutuhan pangan masyarakat.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya pembeli eceran dan ibu rumah tangga.
Suherlina, 26 tahun, seorang ibu rumah tangga, mengaku harus memangkas porsi belanja harian dan menyesuaikan menu makanan keluarga agar anggaran dapurnya tetap mencukupi.
"Belanja sekarang terasa lebih mahal. Dulu gocap masih bisa dapat beras, ayam, cabai ama sayur sekarang .
Jadi terpaksa mengurangi belanja atau memilih yang paling penting dulu," ucapnya.