unique visitors counter
⌂ Beranda News Militer AS Selesaikan Serangan Terbaru ke Iran, Trump Ancam Balasan Lebih Keras
News

Militer AS Selesaikan Serangan Terbaru ke Iran, Trump Ancam Balasan Lebih Keras

Kapal di dekat Selat Hormuz, Oman
Militer AS Selesaikan Serangan Terbaru ke Iran, Trump Ancam Balasan Lebih Keras
A A Ukuran Teks16px

Serangan kembali terjadi setelah Iran mengatakan akan mematuhi kesepakatan gencatan senjata jika AS melakukan hal yang sama.

Sebelum aksi militer dimulai lagi, pemerintahan Trump berpendapat bahwa mengenai sasaran ekonomi yang tepat dalam kampanye isolasi finansial akan membawa Iran ke titik puncaknya.

Kini, serangan kembali terjadi bahkan ketika stok pencegat canggih AS semakin menipis dan perang tidak populer di kalangan banyak warga Amerika.

Kembalinya konflik terbuka akan berbahaya bagi kawasan, di mana Iran telah menargetkan pangkalan militer AS dan infrastruktur di negara-negara Teluk sejak perang dimulai.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian, sebelum serangan terbaru, mengatakan Republik Islam siap kembali ke kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai dengan AS pada Juni jika Washington melakukan hal yang sama.

"Jika AS kembali pada komitmennya dalam nota kesepahaman, Republik Islam Iran akan segera membalas," kata media pemerintah Iran mengutip Pezeshkian di KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Kirgistan.

Kesepakatan sementara Juni itu menyerukan gencatan senjata segera dan memulai periode 60 hari untuk negosiasi menuju kesepakatan yang lebih luas, tetapi segera runtuh.

Dalam serangan Minggu, CENTCOM mengatakan pasukannya menghantam peluncur roket Iran yang akan meluncurkan ranjau laut ke selat.

Iran merespons serangan Minggu dengan meluncurkan rudal ke situs-situs AS di Yordania, yang dicegat, sementara Uni Emirat Arab mengatakan menghentikan drone Iran di perairannya.

Trump mengakui Senin bahwa lebih banyak serangan mungkin diperlukan. Militer AS dalam beberapa hari terakhir menggambarkan pertempuran yang kembali berkobar sebagai operasi terbatas.

>>> Menkeu AS: Selat Hormuz Akan Jadi 'Perairan Tak Bernilai' dalam Dua Tahun

CENTCOM menegaskan kembali Selasa bahwa serangannya mengikuti agresi Iran terhadap kapal komersial dan pasukan AS di kawasan.

📰 Update Terbaru