Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,3 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa, 1 September 2026, bukan berasal dari aktivitas zona Megathrust Selat Sunda.
Menurut petugas BMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Sutiyono, gempa tersebut dipicu oleh pergerakan sesar aktif di daratan Cianjur.
>>> Dokter Nepal Periksa 200 Jenazah Banjir, Tetap Berharap WNI Hilang Selamat
"Bukan megathrust, tapi sesar darat yang ada di Cianjur," ujar Sutiyono saat dikonfirmasi pada Rabu, 2 September 2026.
Dua Gempa Susulan Terdeteksi
Gempa utama terjadi pada pukul 17.53 WIB dengan episenter di koordinat 6,91 Lintang Selatan dan 107,10 Bujur Timur, sekitar 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur.
BMKG mencatat dua kali gempa susulan dengan magnitudo kecil, masing-masing 1,7 dan 2,1.
"Kekuatannya sangat kecil, tidak dirasakan masyarakat, dan tidak berdampak apalagi sampai Jakarta," tegas Sutiyono.
Meski hiposenter dangkal menyebabkan guncangan terasa hingga sejumlah wilayah Jawa Barat dan pinggiran Jakarta, intensitasnya bervariasi.
>>> AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata Runtuh
Di Kabupaten Cianjur, guncangan mencapai skala III–IV MMI, yang berarti dirasakan nyata di dalam rumah dan dapat membuat gerabah pecah.
Sementara itu, getaran dengan skala II–III MMI dilaporkan terjadi di Kota Sukabumi, Cibadak, Nagrak, Warungkondang, Cimahi, dan Cilaku.
Skala II MMI dirasakan di Kota Bandung, Sukaraja, hingga Cibubur.
Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa utama maupun susulannya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mempercayai isu liar yang mengaitkan gempa ini dengan potensi megathrust.
Warga diminta untuk memantau informasi resmi hanya melalui kanal BMKG.