Siddhartha Damang (40) selamat setelah tersapu banjir dan diselamatkan helikopter 48 jam kemudian. Ia tersangkut di dahan pohon dan terdorong ke tepi sungai.
“Saya tidak ingat persis di mana saya diselamatkan.
Yang saya ingat adalah melihat batu-batu terbang ke arah wajah saya berulang kali saat terbawa arus,” katanya dari ruang ICU.
Sementara itu, istri dan anak-anaknya berkeliling dari satu pangkalan militer ke pangkalan lain, memohon agar ia ditemukan.
Ketika akhirnya mereka bertemu tiga hari kemudian, istrinya hampir tidak bisa bicara.
Lengan Damang diperban, kepalanya dibalut. Namun luka di wajahnya perlahan mulai sembuh.
“Paman, ipar, dan sepupu saya yang bekerja di pembangkit listrik tenaga air di Rasuwa masih hilang.
>>> 5 Tempat Makan 24 Jam di Jakarta untuk Ngabuburit Tengah Malam
Sama seperti saya selamat, saya berdoa setiap hari agar mereka juga ditemukan,” katanya.