Vivo akan membawa fitur unggulan 'Atomic Workbench' ke seri X500 yang akan datang. Fitur ini sebelumnya hanya tersedia di ponsel lipat Vivo.
Product manager Han Boxiao mengungkapkan bahwa fitur ini memungkinkan pengguna menjaga hingga lima aplikasi tetap terbuka dan terlihat dalam satu layar secara bersamaan.
Pengguna juga bisa berpindah antar aplikasi hampir seketika.
Pada ponsel biasa, fitur ini dapat membuat pekerjaan sehari-hari terasa lebih lancar.
Misalnya, pengguna bisa membuka laporan, email, pesan, dan tab riset secara bersamaan untuk perpindahan aplikasi yang lebih cepat.
Tantangan Teknis di Balik Atomic Workbench
Han Boxiao menyebut bahwa meski idenya terdengar sederhana, belum ada merek Android lain yang benar-benar mewujudkannya.
Alasannya, fitur ini menuntut sisi teknis, ekosistem perangkat lunak, dan dukungan berkelanjutan yang tinggi.
Vivo harus membangun sistem penjadwalan ketergantungan bertingkat yang dapat membagi daya pemrosesan dengan presisi sangat halus.
Ini berbeda dari kebiasaan Android yang biasanya memprioritaskan aplikasi di depan dan membekukan yang lain.
Vivo juga merombak manajemen memori dan bekerja sama erat dengan platform Dimensity dari MediaTek di level yang lebih dalam.
Tujuannya agar lebih banyak aplikasi tetap hidup saat kondisi sibuk.
Di sisi tampilan, sistem asli tidak mampu menangani rendering multi-window dengan baik. Karena itu, Vivo menulis ulang logika komposisi agar GPU dapat memproses beberapa jendela secara paralel.
Han mengakui ini baru permulaan.
Karena perubahan yang sangat dalam pada framework, setiap pembaruan besar Android dari Google membutuhkan banyak pekerjaan adaptasi baru, yang meningkatkan biaya jangka panjang.
