unique visitors counter
⌂ Beranda News Kabar Duka Mendalam: Eks Pelatih Persija dan Persebaya, Iwan Setiawan, Tutup Usia, Jejak Legendaris yang Abadi di Sepak Bola Indonesia
News

Kabar Duka Mendalam: Eks Pelatih Persija dan Persebaya, Iwan Setiawan, Tutup Usia, Jejak Legendaris yang Abadi di Sepak Bola Indonesia

Kabar Duka Mendalam: Eks Pelatih Persija dan Persebaya, Iwan Setiawan, Tutup Usia, Jejak Legendaris yang Abadi di Sepak Bola Indonesia
Setiawan • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Tak berhenti di situ, saat ia membesut Persebaya Surabaya pada musim 2017, Iwan meletakkan fondasi taktis dan mental yang sangat kokoh. Ia menjadi arsitek awal dari pembentukan skuad yang di kemudian hari berhasil membawa tim Bajul Ijo tersebut tampil sebagai juara. Visi jangka panjangnya dalam membangun budaya menang di Surabaya menjadi bukti bahwa ia adalah pelatih yang berpikir melampaui hasil sesaat.

Gaya Kepemimpinan Tegas, Nyentrik, dan Ahli Perang Psikologis

Di balik catatan prestasi yang gemilang, Iwan Setiawan dikenal luas oleh media dan suporter sebagai sosok yang tegas, berkarakter kuat, dan sedikit nyentrik. Ia bukan tipe pelatih yang suka basa-basi atau bermain aman.

Iwan tak ragu melancarkan strategi "perang psikologis" yang cerdas saat sesi konferensi pers jelang laga-laga krusial. Tujuannya jelas: menekan mental lawan, memancing emosi yang tepat, dan sekaligus memompa semangat juang anak asuhnya. Momen ini sangat terlihat saat ia menangani Borneo FC di ajang Piala Presiden 2015, di mana setiap pernyataan blak-blakannya selalu menjadi sorotan utama media dan pembicaraan hangat di kalangan komunitas suporter.

Meski gaya kepemimpinannya kerap memicu dinamika dan perdebatan, kontribusi dan jejak positif sang pelatih tetap diakui secara luas oleh publik sepak bola nasional. Ia adalah tipe pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab penuh, baik saat kemenangan diraih maupun saat kekalahan menghadang.

Akhir Perjalanan dan Warisan Abadi untuk Sepak Bola Indonesia

Sebelum menutup usianya, klub terakhir yang sempat merasakan sentuhan taktis dan semangatnya adalah Sriwijaya FC, yang ia tangani pada ajang Championship Liga 2 musim 2025-2026. Meski usianya telah senja, semangatnya untuk terus mengingatkan pentingnya revolusi mental di tubuh sepak bola Indonesia tak pernah padam. Ia kerap menyuarakan agar sepak bola nasional tidak hanya bergantung pada pemain diaspora, tetapi juga mampu mandiri dengan mempercayai talenta lokal yang dibina dengan benar.

Kepergian Iwan Setiawan meninggalkan lubang besar yang sulit untuk segera diisi. Namun, warisannya berupa dedikasi tanpa batas, kejujuran dalam berkarya, dan cinta tak bersyarat terhadap kemajuan sepak bola Indonesia akan terus hidup. Warisan itu akan terus bergema dalam setiap pelatih muda yang ia bimbing, dalam setiap pemain yang pernah ia bentuk karakternya, dan dalam ingatan kolektif para pecinta sepak bola Tanah Air.

Selamat jalan, Pelatih. Terima kasih atas setiap keringat, taktik, dan pelajaran hidup yang telah Engkau berikan. Jejakmu di lapangan hijau akan selalu dikenang, abadi dalam sejarah sepak bola Indonesia. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.

📰 Update Terbaru