Kisah Fiktif di Tengah Sejarah
Season pertama berfokus pada perseteruan antara Gi-tae yang diperankan Hyun Bin dan Geon-young yang diperankan Jung Woo-sung. Gi-tae adalah taipan kejam yang memanfaatkan ketidakstabilan politik demi kekuasaan.
Geon-young adalah jaksa gigih yang bertekad menghentikannya. Pada akhir Season 1, dinamika keduanya berbalik.
Geon-young dipermalukan dan dipenjara, sedangkan Gi-tae semakin memperkuat perebutan kekuasaannya. Sembilan tahun kemudian, hubungan keduanya berubah menjadi dendam pribadi.
Musim kedua melanjutkan konflik tersebut dengan perkembangan hubungan yang semakin personal. Sutradara Woo Min-ho mengatakan serial ini memberikan ruang lebih bebas karena menggunakan karakter-karakter fiktif.
Hal itu membuat Made in Korea Season 2 dinilai tetap dapat menghadirkan kisah yang utuh dan berdiri sendiri.
Musim kedua hadir ketika industri film dan televisi Korea Selatan tengah gencar mengeksplorasi era 1970-an.
Periode tersebut ditandai dengan pembunuhan Presiden Park Chung-hee pada 1979 dan kudeta militer setelahnya. Sutradara Woo Min-ho memiliki rekam jejak dalam menggarap cerita berlatar periode tersebut.
Ia sebelumnya menyutradarai The Man Standing Next yang dibintangi Jung Woo-sung. Film thriller politik itu mengisahkan berbagai peristiwa seputar pembunuhan Park Chung-hee.
"Sementara cerita lain [The Man Standing Next dan 12.12: The Day] mengisahkan orang-orang yang paling terlibat dalam insiden tersebut, serial ini berpusat pada karakter-karakter fiktif," kata Woo Min-ho.
Jung Woo-sung juga menilai pendekatan tersebut memberikan keleluasaan lebih baginya dalam mengeksplorasi karakter yang diperankan.
"12.12: The Day dan The Man Standing Next adalah karya yang menggali peristiwa itu sendiri serta sifat manusia di dalamnya."
"Made in Korea jauh lebih bebas dan menyenangkan, baik dari segi genre maupun cara saya memerankan karakter," kata Jung Woo-sung.