unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK Menkomdigi Ingatkan Bahaya Hoaks Erupsi Anak Krakatau, Ini Kata Meutya
IPTEK

Menkomdigi Ingatkan Bahaya Hoaks Erupsi Anak Krakatau, Ini Kata Meutya

Erupsi Gunung Anak Krakatau
A A Ukuran Teks16px

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi hoaks terkait erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi pada Senin (7/9/2026).

Imbauan ini disampaikan menyusul beredarnya isu potensi tsunami yang memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Meutya meminta warga tetap tenang dan mengikuti perkembangan GAK melalui sumber resmi seperti PVMBG, BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah.

“Yang paling penting adalah tetap tenang, tetapi jangan mengurangi kewaspadaan.

Masyarakat perlu mengikuti arahan dari otoritas terkait dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya,” kata Meutya.

Jangan Sebarkan Informasi yang Belum Jelas

Dalam situasi seperti ini, Meutya mengingatkan masyarakat untuk memastikan informasi mengenai erupsi berasal dari pihak yang memiliki kewenangan.

“Pastikan keakuratan informasi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan terkait kebencanaan gunung berapi demi menghindari misinformasi atau misleading yang dapat menyebabkan keresahan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, “Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Karena itu, saring sebelum sharing.

Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.”

Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik

Selain soal informasi, masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik diminta memperhatikan keselamatan dan kesehatan.

Masyarakat disarankan menggunakan masker N95 atau KN95 saat berada di luar ruangan, memakai kacamata pelindung, serta menghindari penggunaan lensa kontak.

Aktivitas di ruang terbuka juga sebaiknya dikurangi jika tidak mendesak.

Bagi yang harus berkendara, Meutya mengingatkan agar mengurangi kecepatan karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat jalan menjadi licin.

Masyarakat juga diminta mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar serta menjaga sumber air bersih agar tidak terkena abu vulkanik.

Sementara itu, masyarakat, wisatawan, dan nelayan diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif sesuai rekomendasi PVMBG.

“Keselamatan adalah yang utama. Tidak perlu panik, namun tetap selalu waspada dan menjaga keselamatan serta kesehatan,” tutup Meutya.

📰 Update Terbaru