unique visitors counter
⌂ Beranda News Tragedi di Ruang Kelas: Guru MAN 3 Prambon Nganjuk Tutup Usia Usai Cekcok dengan Siswa, Polisi Tetap Turun Tangan
News

Tragedi di Ruang Kelas: Guru MAN 3 Prambon Nganjuk Tutup Usia Usai Cekcok dengan Siswa, Polisi Tetap Turun Tangan

Tragedi di Ruang Kelas: Guru MAN 3 Prambon Nganjuk Tutup Usia Usai Cekcok dengan Siswa, Polisi Tetap Turun Tangan
Nganjuk • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Duduk di Gazebo, Lalu Kolaps di Tangga

Usai berselisih paham, emosi Suaidi dikabarkan masih belum stabil. Ia memilih mengundurkan diri sejenak dan duduk di teras gazebo sekolah untuk menenangkan diri. Kepada rekan sesama guru yang menemaninya, Suaidi bercerita bahwa niatnya semata-mata hanya ingin memperingatkan sang murid agar lebih sopan dan sabar.

Merasa kondisinya sudah agak baikan, Suaidi beranjak menuju ruang kelas di lantai dua untuk melanjutkan tugas mengajarnya. Namun, takdir berkata lain.

Saat hendak menaiki anak tangga, kondisi fisik pria yang dikenal dedikasinya ini mendadak merosot drastis. Ia terlihat pucat, kehilangan keseimbangan, dan tiba-tiba mengalami muntah-muntah hebat.

Panik melihat kondisi rekan mereka, para guru di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama dan bergegas mengevakuasi Suaidi ke Puskesmas Prambon. Sayangnya, karena kondisinya yang kian mengkhawatirkan dan kritis, tim medis merujuk almarhum ke Rumah Sakit Muhammadiyah Kediri untuk mendapatkan penanganan intensif di ruang ICU.

Bom Waktu Bernama Hipertensi

Terungkap kemudian bahwa insiden adu mulut tersebut bukanlah penyebab tunggal kematian sang guru, melainkan menjadi trigger (pemicu) dari "bom waktu" kesehatan yang sudah lama diidapnya.

Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa Suaidi memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) yang cukup parah. Berdasarkan catatan pemeriksaan kesehatan rutin dari Puskesmas setempat pada Agustus 2026 lalu, tensi almarhum kala itu sudah menyentuh angka yang mengkhawatirkan, yakni 180 mmHg.

Emosi yang melonjak akibat perselisihan dengan siswa diduga kuat memicu lonjakan adrenalin yang ekstrem. Hasil pemeriksaan medis darurat di rumah sakit menunjukkan fakta yang mengejutkan: tekanan darah Suaidi membumbung tinggi hingga mencapai angka fatal 240/130 mmHg.

Kondisi ini memicu serangan stroke masif dan komplikasi organ dalam. Setelah berjuang selama empat hari melawan kritis, Suaidi akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RS Muhammadiyah Kediri pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

📰 Update Terbaru