unique visitors counter
⌂ Beranda News Geger di Subang! Ratusan Siswa SMAN 1 Pamanukan Demo Berujung Ricuh, Wakasek Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Berantai
News

Geger di Subang! Ratusan Siswa SMAN 1 Pamanukan Demo Berujung Ricuh, Wakasek Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Berantai

Geger di Subang! Ratusan Siswa SMAN 1 Pamanukan Demo Berujung Ricuh, Wakasek Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Berantai
18 Influencer Dipanggil Polisi Terkait Arisan Bodong Jatim, Siapa Saja?
A A Ukuran Teks16px

Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat tidak tinggal diam melihat gejolak yang terjadi di Subang. Sebagai bentuk tanggung jawab institusi, Disdik Jabar mengambil langkah progresif dan tegas terhadap AT.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, pada Selasa (8/9/2026) memastikan bahwa AT telah dicopot dari jabatannya.

"Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan dari jabatannya maupun kegiatan mengajar. Dia tidak boleh menyentuh ruang kelas lagi sampai proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) selesai," tegas Purwanto dengan nada serius.

Purwanto menambahkan bahwa pihak sekolah telah menemukan berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan pelecehan. Bukti-bukti tersebut meliputi tangkapan layar percakapan di aplikasi pesan singkat hingga kesaksian para korban yang saling bersesuaian.

Pemulihan Trauma dan Tamparan Keras bagi Dunia Pendidikan

Lebih dari sekadar menghukum pelaku, Disdik Jabar juga menaruh perhatian besar pada kondisi mental para korban. Mengingat dampak psikologis dari pelecehan seksual bisa bertahan lama, Disdik Jabar menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) setempat.

Tim psikolog dan pendamping kini sedang memberikan layanan trauma healing dan konseling psikologis intensif kepada belasan siswi korban, agar mereka dapat segera pulih dan kembali fokus pada pendidikan mereka.

Kasus di SMAN 1 Pamanukan ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Tanah Air. Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap oknum pendidik harus diperketat. Disdik Jabar menegaskan, tidak akan ada ruang kompromi, toleransi, maupun perlindungan bagi siapa pun yang mencederai integritas, kepercayaan, dan keselamatan jiwa peserta didik.

Sekolah harus kembali menjadi ruang aman (safe space). Para siswa berhak belajar tanpa bayang-bayang ketakutan dari orang yang seharusnya mereka hormati.

📰 Update Terbaru