Antrean panjang truk yang mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi memicu kemacetan parah di sejumlah SPBU wilayah Banten.
Antrean hingga satu kilometer di bahu jalan arteri maupun Tol Tangerang-Merak marak terjadi setiap malam dalam sebulan terakhir.
Pengusaha jasa ekspedisi, Hari, mengungkapkan antrean mengular tersebut dipicu eksodus ribuan kendaraan berat setelah kebijakan penghentian tambang di Jawa Barat (Jabar) berlaku.
"Ini dampak dari keputusan penghentian sementara tambang di Jabar.
Armada truk yang biasa beroperasi di sana akhirnya banyak yang pindah ke wilayah Banten," kata Hari, Rabu, 9 September 2026.
Sopir Truk Keluhkan Rugi Waktu dan Biaya
Hari memperkirakan sekitar 2.000 hingga 2.500 unit dump truck baru kini mengalihkan rute operasionalnya ke kawasan Serang, Cilegon, hingga Lebak.
Untuk mengangkut pasir serta tanah tambang menuju wilayah Jabodetabek, lonjakan ribuan armada ini tidak diimbangi penambahan kuota pasokan harian BBM jenis solar di SPBU setempat.
"Akibatnya SPBU di Kabupaten Serang, Cilegon maupun SPBU yang ada di Tol Jakarta-Merak setiap malam terjadi antrean.
Panjangnya bisa sekitar 300 meter sampai satu kilometer karena kebutuhan solar meningkat," ujarnya.
Dampak keterlambatan pasokan solar ini langsung dirasakan para sopir truk yang terpaksa membuang waktu hanya untuk sekali mengangkut material pasir.
"Saya bisa menghabiskan waktu sampai dua hari dua malam untuk mengirim pasir teras ke Bogor.
Waktunya banyak terbuang karena harus antre membeli solar," ucap Wardi, salah seorang sopir truk.