Warga Desa Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menolak aktivitas pengeboran menggunakan alat berat di kawasan Gunung Guha dan Leuweung Hideung.
Mereka menduga kegiatan itu merupakan bagian dari eksplorasi tambang batu kapur yang dapat mengancam sumber mata air setempat.
>>> BEC Bakal Bangun PLTU untuk Dukung Produksi Metanol dari Batu Bara
Penolakan muncul setelah video pengeboran viral di media sosial. Dalam rekaman, terlihat pekerja mengoperasikan mesin bor besar di area perkebunan sekitar Gunung Guha dan Leuweung Hideung.
Kekhawatiran Warga
Koordinator Aliansi Warga Ciptaharja Tolak Tambang Gunung Guha Leuweung Hideung, Syaeful Irfan, mengatakan kawasan itu berfungsi sebagai daerah resapan dan penyimpan air.
"Gunung Guha Leuweung Hideung memiliki fungsi sebagai gentong air atau area tangkapan air.
Banyaknya pepohonan serta struktur batuan karst membuat kawasan ini menyimpan cadangan air yang sangat besar," ujarnya.
Ia menyebutkan setidaknya ada lima mata air utama dari kawasan tersebut, yaitu Mata Air Cipaneguh, Pasir Sepat, Cisaladah, Ciketung, dan Cijawer.
>>> DPR Minta Usut Tuntas Kematian Pria yang Diduga Pegawai Febrie
Seluruh sumber air itu dimanfaatkan warga untuk kebutuhan rumah tangga dan mengairi lahan pertanian.
Warga dari Kampung Pojok, Cijuhung, Sirnagalih, Cibiru, Cibarengkok, Gunungbatu, Sawah Lega, Cileat, Talun, hingga Cioray di Desa Ciptaharja bergantung pada sumber air tersebut.
Sebagian warga Desa Cipatat juga memanfaatkannya.
"Kalau kawasan ini dibuka untuk pertambangan, kami khawatir mata air akan terganggu. Padahal sumber air ini menjadi penopang kehidupan warga dan pertanian," ungkap Syaeful.
>>> Korban Tewas Gempa Jepang Jadi 18 Orang, Tim Penyelamat Terus Cari Korban
Selain ancaman terhadap sumber air, warga menilai pertambangan berpotensi menghilangkan lahan pertanian yang menjadi mata pencaharian mereka.

