unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Musisi Korea Lawan Tren Konten Pendek dengan Film Panjang
Hiburan

Musisi Korea Lawan Tren Konten Pendek dengan Film Panjang

Ilustrasi musisi Korea dan film panjang untuk album
Musisi Korea Lawan Tren Konten Pendek dengan Film Panjang
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Dalam kata-katanya sendiri, ini adalah karya tempat gambar dan musik memiliki bobot setara.

Setia pada tujuannya membuat album panjang yang bermakna di era sekarang, "Sansanjogak" menunjukkan nilai sebenarnya saat film dan musik berjalan berkelanjutan dari awal hingga akhir.

Berpusat pada karakter "White Kiha" dan "Black Kiha", karya ini melewati rutinitas harian yang berulang, dipenuhi kecemasan, kehilangan, dan pembebasan.

Semua itu sampai ke penonton sebagai satu cerita yang utuh.

Lagu Panjang dan Album sebagai Perangkat Pemutar

Musisi Korea lain juga aktif berkolaborasi dengan seniman visual untuk mendorong pendengaran panjang.

Band Hyukoh baru-baru ini merilis singel "Godspeed!" dan "KoK" dengan video musik yang disutradarai sutradara independen Rapu dan Song Seo-yoon.

"KoK" khususnya merupakan lagu berdurasi 8 menit 26 detik.

Lagu itu menahan perhatian pendengar sepanjang durasinya dengan memadukan hari olahraga sekolah, tarian tradisional, dan citra surealis.

Rapper Kim Ximya, yang merilis album solo keduanya "Dogma" pada hari yang sama, juga merilis video berdurasi 26 menit yang menautkan lagu-lagu baru albumnya sebelum perilisan resmi.

Seniman multimedia sekaligus pembuat film Park Chan-kyong menyutradarai proyek visual itu.

Park memanfaatkan karya yang sudah ada, seperti "Zen Master Eyeball", untuk membangun narasi yang mengalir di seluruh video.

Berlatar lagu-lagu baru Kim yang kental filsafat Buddha, karya itu mempertanyakan keyakinan, dogmatisme, dan diri.

Kim membawa eksperimen ini ke format album fisik.

Alih-alih CD, ia merilis perangkat pemutar yang meniru "Buddha Machine", pemutar kecil yang mengulang suara untuk meditasi.

Untuk memberi pengalaman mirip meditasi, ia menghapus fungsi lewati dan memuat versi alternatif lagu yang berbeda dari rilis digital.

Album studio baru Kim Ximya, "Dogma", dirilis sebagai perangkat pemutar kecil dengan speaker bawaan dalam jumlah terbatas 4.500 kopi.

Format Berubah, Musik Tetap Inti

Yang dimiliki para artis ini bukan format tertentu, melainkan sikap terhadap musik itu sendiri.

Kritikus musik pop Kim Jakga mengatakan album juga semacam renungan sebelum era Beatles.

Menurutnya, cara musik disediakan dan dikonsumsi selalu berubah mengikuti teknologi dan lingkungan platform.

Yang penting adalah membiarkan musik menjadi pusat, bukan sekadar komponen seperti musik latar untuk Shorts atau materi tantangan TikTok.

📰 Update Terbaru