Penghapusan itu merespons protes seniman lokal yang menilai penamaan penghargaan setelah maestro "dansaekhwa" itu tidak mencerminkan semangat demokratis pendirian biennale.
Kritikus berpendapat Park menyesuaikan diri dengan rezim militer 1970-an dan menutup mata terhadap gerakan pro-demokrasi di Gwangju.
Karena itu, namanya dinilai tidak cocok untuk penghargaan biennale.
Penghargaan itu didanai GIZI Foundation milik Park yang menyumbang 1 juta dolar AS.
Donasi tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada pemenang selama sembilan edisi berikutnya.
Pembatalan itu menegaskan kegagalan berulang dalam mengantisipasi bagaimana keputusan di ruang rapat akan diterima seniman di Gwangju.
Di kota itu, legitimasi biennale tidak terpisahkan dari warisan demokratis daerah.
Pameran utama tahun ini bertema "You Must Change Your Life," mengambil judul dari Rainer Maria Rilke.
Tema itu mengkaji transformasi pada skala individu, kolektif, dan planet.
Pertanyaan itu kini tampaknya berlaku sama mendesaknya bagi yayasan sendiri.
Reputasi biennale tidak hanya ditentukan seniman ternama internasional, kurator ambisius, atau anggaran besar.
Reputasi itu juga bergantung pada apakah institusi mampu mengingat kesepakatannya sendiri, memahami medan politik tempatnya beroperasi, dan bertanggung jawab ketika sistemnya gagal.