unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Betrand Peto Bantah Tudingan Pelecehan Seksual, Sebut Tak Mungkin Lakukan
Hiburan

Betrand Peto Bantah Tudingan Pelecehan Seksual, Sebut Tak Mungkin Lakukan

Betrand Peto saat membantah tudingan pelecehan seksual dalam konferensi pers
Betrand Peto Bantah Tudingan Pelecehan Seksual, Sebut Tak Mungkin Lakukan
A A Ukuran Teks16px

Betrand Peto membantah tudingan melakukan pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya di sebuah kelab malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Bantahan itu disampaikan Betrand didampingi kuasa hukumnya dalam konferensi pers pada Senin (14/9).

Ia menegaskan kabar yang beredar di media sosial tidak mencerminkan fakta di lapangan.

"Saya ingin menyampaikan bahwa seperti yang sudah ada berita yang tersebar, bahwa aku tidak melakukan hal yang seperti apa yang dibilang," kata Betrand.

"Untuk permasalahan yang dia bilang aku tuh tindakan seksual, aku tidak melakukan itu sama sekali."

Betrand menyebut dirinya berjanji kooperatif menghadapi gugatan hukum yang dilayangkan kepadanya.

Ia juga memastikan tidak akan menutupi atau memanipulasi apa yang sebenarnya terjadi.

Betrand mengatakan dirinya selalu berusaha menjaga nama baik dirinya sendiri serta orang tuanya, terutama Ruben Onsu.

Ia pun heran ketika ada perempuan yang baru ia kenal bisa mengaku hal tersebut.

"Aku pasti menjaga nama baikku dan menjaga nama orang tuaku.

Karena satu, ya tiba-tiba cewek yang aku nggak kenal, aku langsung melakukan hal seperti itu, itu tuh tidak mungkin," kata Betrand Peto.

Kuasa hukum sebut tak ada niat

Pengacara Betrand Peto, Koko Joseph Irianto, menegaskan bantahan kliennya juga didukung kesaksian sejumlah pihak.

Menurutnya, dugaan kekerasan seksual atau pemerkosaan yang dialamatkan kepada Betrand tidak pernah terjadi.

"Kami membantah dengan tegas bahwa hal itu tidak ada dan tidak benar.

Tidak pernah ada pelecehan seksual di depan toilet yang dilakukan oleh klien kami," kata Koko Joseph Irianto.

"Tidak ada niat sedikit pun dari klien kami juga untuk melakukan hal itu, dan kami rasa juga dari saksi-saksi yang ada, hal itu dirasa tidak mungkin karena di dalam ruangan tersebut terdapat banyak orang," lanjutnya.

Koko Joseph Irianto mengatakan pihaknya sudah mengumpulkan sejumlah keterangan beberapa saksi yang berada di lokasi saat dugaan insiden berlangsung.

Betrand Peto dilaporkan ke kepolisian atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual.

Laporan tersebut diterima polisi pada Sabtu (12/9) dan lokasi kejadian disebut berada di kawasan SCBD Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengonfirmasi pelaporan tersebut.

Budi menjelaskan sosok yang dimaksud dengan inisial BP adalah ATT, yang disebut sebagai anak angkat dari artis berinisial RSO.

"Berinisial ATT alias BP anak angkat dari artis berinisial RSO," ujar Budi.

Ruben Onsu meminta maaf atas kabar tersebut.

Dalam unggahan di media sosial pada Minggu (13/9), ia baru buka suara setelah mendapatkan penjelasan dari temannya yang berada di lokasi.

Ruben juga mengunggah sederet video di media sosialnya yang berisi kesaksian sejumlah petugas kelab malam saat peristiwa tersebut terjadi.

Seluruh kesaksian mereka membantah tudingan Betrand Peto melakukan pemerkosaan.

Kesaksian pelapor

Pada Minggu (13/9), perempuan berinisial ANW yang mengaku sebagai korban dan melaporkan Betrand Peto ke polisi mengadakan konferensi pers.

"Terlapor di sini adalah Alfonsus Toribio Tenkudi alias Betrand Peto yang mana diduga melakukan tindak pidana pelecehan seksual.

Dengan pasal yang kami sangkakan Pasal 473 Undang-Undang KUHP dan Pasal 6 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual," ungkap kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol.

Selain Betrand, kuasa hukum ANW mengatakan terdapat laporan lain terhadap pria berinisial WHA, rekan Betrand.

Laporan itu berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan rekan Betrand terhadap rekan ANW.

Dalam konferensi pers tersebut, ANW mengaku dirinya bersama dua temannya ditawari untuk meramaikan room yang disewa Betrand dan teman-temannya.

ANW mengaku pihak petugas memastikan kalau mereka akan "aman" di ruangan itu.

"Saya duduk di sofa, samping saya BP. Tiba-tiba BP narik tangan saya," ujar ANW.

"Saya nggak pernah ada pikiran negatif, saya kira dia ngajak saya untuk ngecek temen saya di toilet, kenapa lama sekali."

"Ternyata di depan pintu toilet tersebut, saya dilecehin," ujar ANW sambil menangis histeris.

Nathaniel mengatakan pihaknya juga menemukan dugaan adanya kekerasan dan pemaksaan terhadap ANW.

Ia menunjukkan sejumlah foto dan visum yang disebut sebagai bukti dugaan itu.

"Ini salah satu visum untuk hidungnya yang katanya dibenturkan," ujar Nathaniel sembari menunjukkan foto cedera pada bagian hidung ANW.

"Baru kemudian, di sini di leher," kata Nathaniel. "Dan ada satu lagi, kemudian tangannya biru, ada memar."

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru