Untuk grafis, MediaTek menyematkan GPU G2-Ultra NX dengan peningkatan performa puncak 27% dan pengurangan daya 24% pada output puncak yang sama.
Performa ray tracing naik 18%, dan chip ini mampu mendorong frame rate game hingga 185fps.
Sisi pencitraan ditangani ISP Imagiq 1290 yang mendukung perekaman 4K pada 240fps untuk slow-motion.
Dekode perangkat keras H.266 bawaan memangkas konsumsi daya 23% dibanding dekode perangkat lunak.
MediaTek membangun Dimensity 9600 Pro dengan arsitektur yang disebut AI-native.
Chip ini menjalankan dua NPU: NPU 1090 generasi ke-10 berperforma tinggi dan NPU generasi kedua berdaya rendah untuk tugas always-on sensing.
Performa prefill NPU berperforma tinggi naik 51% dari generasi sebelumnya, sedangkan NPU daya rendah memangkas konsumsi dayanya sendiri hingga 40%.
Generative AI Engine 3.0 menggandakan daya komputasi INT4, memungkinkan chip menjalankan model mixture-of-experts hingga 30 miliar parameter sepenuhnya di perangkat.
MediaTek menyebut Tianji Intelligent Computing Fusion Architecture mengelola penjadwalan CPU, NPU, dan memori sebagai satu sistem.
Dengan begitu, model AI besar dan aplikasi biasa dapat berjalan bersamaan tanpa saling berebut sumber daya.