Trump tahun lalu mengatakan ia memperkirakan sistem itu akan "beroperasi penuh sebelum akhir masa jabatan saya," yang berakhir Januari 2029, dan mampu mencegat rudal "bahkan jika diluncurkan dari luar angkasa."
Trump juga mengarahkan Pentagon untuk mengejar pencegat berbasis luar angkasa melalui perintah eksekutif pada minggu pertama kepresidenannya.
Congressional Budget Office memperkirakan komponen berbasis luar angkasa dari Golden Dome saja bisa menelan biaya hingga $542 miliar selama 20 tahun ke depan.
Pemerintahan Biden pada 2024 mengumumkan bahwa Rusia sedang mengembangkan senjata nuklir berbasis luar angkasa yang dapat bertahan lama di orbit, lalu melepaskan ledakan yang melumpuhkan satelit di sekitarnya.
Hal itu memicu kembali debat tentang gagasan senjata di luar angkasa di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pada April 2024, Rusia memveto resolusi bersama AS-Jepang yang menyerukan semua negara tidak mengembangkan atau menempatkan senjata nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya di luar angkasa, sebagaimana dilarang oleh perjanjian internasional 1967 yang melibatkan AS dan Rusia.
Perjanjian itu juga menyatakan bahwa luar angkasa adalah milik bersama global yang hanya boleh digunakan untuk tujuan damai.
Delegasi Rusia menyebut resolusi itu hipokrit dan standar ganda, lalu mengusulkan resolusi tandingan untuk melarang semua senjata di luar angkasa "untuk selamanya."
Resolusi tandingan itu akhirnya gagal.
Rusia berargumen bahwa AS dan sekutunya menentang larangan semua senjata di luar angkasa karena mereka berencana menempatkan senjata di sana.