Agensi T-Powers mengonfirmasi aktris dewasa Jepang Hana Kuraki meninggal dunia pada usia 25 tahun.
Pernyataan itu diunggah pada Senin (14/9), menyusul kabar kematian Kuraki yang beredar di internet beberapa hari sebelumnya.
Agensi juga menyampaikan duka mendalam dan penyesalan atas beredarnya informasi tersebut.
Kronologi dan Spekulasi di Media Sosial
Kabar Kuraki meninggal dunia menyebar di X setelah jenazahnya ditemukan pada 12 September 2026 di sebuah apartemen di Kabukicho.
Kawasan itu dikenal sebagai pusat hiburan malam dan red-light di Jepang.
Menurut unggahan pemilik kelab sekaligus petarung BreakingDown, Sakito, apartemen tersebut disewa atas nama Shota Taira.
Taira disebut sebagai mantan idol yang menjadi pengelola kelab populer dari grup L's Collection di Kabukicho.
Sejak temuan itu, muncul berbagai informasi di internet berisi dugaan kekerasan dalam hubungan, main hakim sendiri, serta pemerasan.
Agensi menyatakan menanggapi informasi yang belum terverifikasi itu dengan sangat serius.
Mereka juga menyampaikan kemarahan mendalam atas rangkaian tindakan yang beredar.
T-Powers menyebut sedang berupaya memahami situasi secara saksama dan akan berkoordinasi dengan pihak berwenang.
Agensi akan mempertimbangkan dengan hati-hati apakah akan merilis rincian lebih lanjut mengenai kematiannya atau individu tertentu yang terlibat.
Sebelumnya, Kuraki disebut meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya sendiri.
Sejak 12 September, ia disebut memutuskan hal tersebut setelah terlibat permasalahan dengan sejumlah individu tertentu.
Pada Juni 2026, Kuraki mengumumkan hiatus mendadak dengan alasan cedera wajah dan rahang akibat kecelakaan lalu lintas.
Namun dokumen bocor mengungkap penyelesaian di luar pengadilan terkait kasus kekerasan dan pencurian, serta surat permintaan maaf dari Taira.
Hal itu memicu dugaan penggunaan uang tutup mulut untuk menutupi insiden kekerasan.
Tokyo Reporter menyebut kejadian ini menyoroti sisi eksploitatif industri kelab malam.
Praktik itu kerap dilakukan pengelola atau host dengan memanipulasi hubungan romantis untuk menjerumuskan perempuan ke industri seks.
Meski ada aturan dalam Undang-Undang Bisnis Hiburan Dewasa 2025, siklus pemerasan finansial dan kekerasan emosional disebut masih mengakar kuat.
Kuraki debut di bawah label S1 pada 2024 dan membangun reputasi di industri film dewasa Jepang.
Ia juga merambah media arus utama, termasuk tampil dalam acara spesial tahun baru di ABEMA dan TV Asahi pada Januari 2026.
