Terpanas! Siapa Saja Artis S dan C yang Terjerat dalam Kasus Korupsi Harvey Moeis Usai Nikmati Hasilnya? Simak Perkembangan Terbaru!
Sebuah skandal korupsi yang melibatkan dua seniman, yang diduga merugikan negara sebesar Rp 271 triliun, telah mencuat ke permukaan. Kedua seniman ini diyakini terlibat dalam tindakan yang melibatkan suami dari aktris ternama Sandra Dewi, yang bernama Harvey Moeis.
Identitas kedua seniman ini, yang akan diidentifikasi dengan inisial C dan S, telah diungkapkan kepada publik. Kedua individu ini memiliki kedekatan yang signifikan dengan Sandra Dewi, menambah kompleksitas dalam kasus tersebut.
Pernyataan mengenai inisial kedua seniman tersebut disampaikan oleh Sekretaris DPP Indonesia Audit Watch, Iskandar Sitorus.
Iskandar Sitorus mengungkapkan hal ini melalui informasi yang disampaikan kepada media, yang dilaporkan oleh Tribunsumsel melalui saluran YouTube Cumicumi pada hari Kamis (4/4/2024).
Dalam pengungkapannya, Iskandar Sitorus menegaskan bahwa seniman yang diidentifikasi dengan inisial C tidak memiliki tingkat ketenaran yang sebanding dengan rekan-rekannya dalam industri seni.
Tidak hanya itu, Iskandar juga memberikan petunjuk bahwa salah satu dari mereka pernah menjadi pembawa acara dalam acara penyerahan jet pribadi Harvey Moeis kepada anak sulungnya.
"Memang wajar kalau umpamanya selametan, dia menyerahkan jet kepada anaknya. MC-nya tentu mahal, wong harga jetnya lumayan. Atau waktu nyerahin Ferrari kan pakai MC tuh, nggak ujug-ujug kayak gitu," ujarnya.
Sebelumnya, dugaan keterlibatan dua seniman dalam skandal mega korupsi senilai Rp 271 triliun diungkapkan oleh Kejaksaan Agung.
"Info dari Kejaksaan Agung, ada pesohor juga yang akan ditetapkan sebagai tersangka," kata Ketua Umum Nasional Corruption Watch (NCW) Hanifa Sutrisna seperti dilansir dari Tribunjatim.com pada hari Rabu (3/4/2024).
Hanifa juga menambahkan bahwa akan ada enam tersangka baru yang akan ditetapkan dalam kasus tersebut.
"Tambahan tersangka dari informasi dari Kejaksaan Agung ada enam lagi tersangka," tambahnya.
Siapa identitasnya? cejk pada halaman ebrikutnya,
Ketut Sumedana, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, mengakui bahwa beberapa tokoh terkenal akan diminta keterangannya dalam kasus yang sedang diselidiki.
Dia menegaskan bahwa terungkapnya kasus mega-korupsi ini adalah hasil dari ketegasan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
"Masyarakat harus bersyukur dengan hasil kerja ini, Rp271 triliun itu besar banget nilai kerugiannya bagi generasi mendatang," ujar Ketut dalam acara Sapa Indonesia Petang yang disiarkan di KompasTV pada Jumat (29/3/2024).
"Ada 16 tersangka di sini, dan yang perlu disoroti adalah bukan lamanya kasus ini dibongkar. Tapi ini adalah kebangkitan dan keberaniannya ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung yang melahap kasus-kasus kakap."
"Sehingga ini akan berdampak luas kepada tambang emas, nikel, batubara, Jiwasraya, Asabri, Garuda."
"Kita sudah sidangkan semua, ini kita sikat semua," ujar Ketut.
Dia menegaskan bahwa penanganan kasus semacam ini memerlukan strategi, analisis mendalam, dan akan melibatkan konfrontasi ke depannya dengan pihak-pihak yang telah diperiksa.
Hingga saat ini, sudah terdapat 148 saksi yang telah diperiksa dalam proses penyelidikan ini.
lanjutan,
Berdasarkan pernyataan yang disampaikan oleh seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya, kemungkinan besar akan ada penambahan tersangka dalam kasus yang sedang diselidiki.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus bekerja sesuai dengan harapan masyarakat, tanpa melakukan pemilihan-pemilihan yang tidak adil.
Lebih lanjut, pejabat tersebut menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatan terlarang, dan bahwa tidak akan ada diskriminasi dalam proses pengungkapan kasus tersebut.
"Sangat mungkin bertambah kok, tersangkanya. Kita tetap bekerja sesuai dengan harapan masyarakat.
"Orang yang patut bertanggung jawab, akan kita ungkap.
"Jadi tidak ada tebang pilih," bebernya.
Meskipun demikian, pejabat tersebut belum bersedia untuk memberikan informasi secara terperinci.
Meski demikian, ia mengakui bahwa beberapa nama terkenal atau artis telah terlibat dalam kasus tersebut. Namun, ia menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut pada tahap ini.
Dalam konteks hukum korporat, pejabat tersebut menjelaskan bahwa segala bentuk pelanggaran seperti suap, gratifikasi, dan bahkan penerimaan manfaat dari kasus tersebut akan dikejar dan ditindak.
"Jangan khawatir, (pesohor) kayaknya memang arahnya ke sana, ya.
"Sudah kita telusuri namanya, kita akan ungkap semua.
"Terpenting juga adalah kejahatan korporasi saat ini bisa kita jadikan tersangka juga, nih.
"Jadi bukan orang per orang saja," ungkapnya.
Dalam hal ini, ia menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat untuk memantau perkembangan kasus ini.
Pejabat tersebut juga menyoroti upaya untuk menindak tindak pidana pencucian uang, gratifikasi, suap, dan individu yang mendapat manfaat dari kasus tersebut.
Ia meminta dukungan penuh dari masyarakat dan menegaskan bahwa pihaknya memiliki berbagai strategi untuk menegakkan hukum dengan adil dan tepat.
Jika suatu tindakan tidak dapat didasarkan pada pasal tertentu, maka akan digunakan pasal lain sebagai alternatifnya. Masyarakat diharapkan untuk mendukung proses ini semaksimal mungkin.
"Untuk sekarang soal TPPU (tindak pidana pencucian uang), gratifikasi, suap, orang yang menikmati, bisa kita jerat nanti."
"Kepada masyarakat, dukung kami. Jangan lepaskan mata Anda kepada kami (Kejagung), kita akan ungkap semua.
"Masyarakat jangan khawatir, akan ditelusuri, kita punya banyak strategi untuk menghukum orang yang salah.
"Kalau nggak kena dengan (pasal) ini, kita akan sangkutkan dengan pasal lain, dukung kami semaksimal mungkin," pungkasnya.***