unique visitors counter
⌂ Beranda News Teks Khutbah Jumat, 18 September 2026 Bersyukur: Kunci Emas Meraih Ketenangan dan Kedamaian Hidup di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia Modern
News

Teks Khutbah Jumat, 18 September 2026 Bersyukur: Kunci Emas Meraih Ketenangan dan Kedamaian Hidup di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia Modern

Teks Khutbah Jumat, 18 September 2026 Bersyukur: Kunci Emas Meraih Ketenangan dan Kedamaian Hidup di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia Modern
masjid • pixabay
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Pernahkah Anda merasa lelah secara mental meskipun secara materi hidup Anda tampak berkecukupan? Pernahkah Anda menghabiskan akhir pekan dengan berlibur ke tempat-tempat indah, namun rasa gelisah itu tetap saja datang menyapa begitu Senin tiba? Jika jawabannya "ya", Anda tidak sendirian. Fenomena ini dialami oleh jutaan manusia di seluruh penjuru dunia, dan jawabannya mungkin jauh lebih sederhana daripada yang kita duga: bersyukur.

Tema inilah yang diangkat dalam Khutbah Jumat edisi 18 September 2026 di berbagai masjid di Indonesia. Dengan judul "Bersyukur: Kunci Meraih Ketenangan dan Kedamaian Hidup", khutbah yang disusun oleh Amrullah ini mengajak umat Islam untuk merenungkan kembali hakikat ketenangan jiwa yang selama ini sering kali dicari di tempat-tempat yang keliru.

Pencarian Ketenangan yang Tak Pernah Usai

Di era modern yang serba cepat ini, tekanan hidup datang dari berbagai arah. Tuntutan pekerjaan, dinamika hubungan sosial, gejolak ekonomi, hingga banjir informasi dari media sosial membuat pikiran manusia nyaris tidak pernah benar-benar beristirahat. Akibatnya, tidak mengherankan jika semakin banyak orang yang merasa kehilangan kedamaian batin.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak orang rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit demi mencari ketenangan. Ada yang memilih healing ke pegunungan, ada yang menyepi di villa-villa terpencil, ada pula yang terbang ke luar negeri hanya untuk "melarikan diri" sejenak dari rutinitas yang mencekik. Namun, ironisnya, begitu liburan berakhir dan kaki kembali menginjak tanah realitas, kegelisahan itu seolah menunggu di depan pintu rumah.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya terletak pada satu fakta mendasar: ketenangan jiwa bukanlah komoditas yang bisa dibeli, bukan pula destinasi yang bisa dicapai dengan tiket pesawat. Ketenangan sejati bersumber dari dalam diri manusia itu sendiri, dan dalam perspektif Islam, kuncinya adalah rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

📰 Update Terbaru