Ini menunjukkan sebuah program dapat kembali menjangkau publik luas melalui jendela tradisional televisi broadcast. Fenomena ini merupakan pergeseran struktural, bukan sekadar tayang ulang konten streaming di televisi.
Batas platform mulai kabur ketika konten yang sudah terbukti di layanan streaming berpindah ke televisi linear untuk menjangkau penonton baru.
Tren ini belakangan meluas melampaui platform tertentu.
Platform yang memproduksi konten di berbagai layanan, termasuk TVING, Wavve, dan Coupang Play, semakin sering bermitra dengan jaringan broadcast.
"Bonjour Bakery" merupakan perluasan dari pergeseran ini.
Ketika garis antara streaming dan broadcast kabur, industri menyadari platform rilis awal dan jendela konsumsi akhir tidak harus sama.
Memaksimalkan jangkauan audiens lebih penting daripada tempat konten pertama kali muncul.
Bagi stasiun broadcast, kerja sama dengan platform streaming menjadi strategi bertahan hidup, bukan sekadar pilihan.
Konsensus industri masa lalu memandang platform streaming sebagai pihak yang menyerobot wilayah broadcast. Kini pengamat melihat gerakan lintas platform ini sebagai strategi distribusi untuk memaksimalkan jumlah penonton.
Biaya produksi yang meningkat membuat ketergantungan pada model distribusi eksklusif untuk satu judul semakin memberatkan.
Sebagai contoh, Genie TV gagal mempertahankan basis penonton dengan distribusi eksklusif.
Hal ini menunjukkan pemulihan biaya produksi dan maksimalisasi pendapatan memerlukan pemanfaatan berbagai saluran distribusi, termasuk televisi broadcast, platform streaming, dan distribusi luar negeri.
Namun kerja sama antara platform streaming dan jaringan broadcast tidak selalu positif. Produser menyuarakan kekhawatiran bahwa akuisisi konten streaming eksternal menggerus produksi internal.
Pada April 2025, sutradara dan staf produksi drama di MBC merilis pernyataan menentang penayangan serial orisinal Disney+ "Big Bet" oleh jaringan tersebut.
Saat itu, kritikus menilai MBC seharusnya tidak menayangkan serial orisinal Disney+ tanpa berinvestasi pada program sendiri di tengah lesunya rating drama.
MBC beralasan membutuhkan dorongan finansial di tengah pasar iklan yang lesu. Jaringan itu akhirnya menayangkan "Big Bet".
Isu intinya bukan menayangkan konten streaming, melainkan bagaimana jaringan memanfaatkan strategi tersebut. Jika jaringan meninggalkan konten sendiri dan bergantung pada akuisisi eksternal, daya saing mereka pasti tergerus.