Ditenagai chipset Unisoc T615 dan baterai 5.000 mAh, ponsel ini sangat cukup untuk kebutuhan dasar seperti WhatsApp, Zoom, dan YouTube. Catatan jurnalistik: Karena berjalan di Android 14 Go Edition, ponsel ini lebih dioptimalkan untuk aplikasi ringan. Multitasking berat mungkin akan sedikit tersendat, namun untuk harga di bawah 1,2 juta, ini adalah deal yang sangat layak.
2. Redmi A7 Pro: Juara Daya Tahan untuk Maraton Belajar Seharian
Siswa SMA di era kini memiliki mobilitas tinggi. Pulang sekolah, lanjut les, hingga belajar kelompok di kafe sering kali membuat ponsel kehabisan daya di tengah jalan. Redmi A7 Pro hadir dengan "senjata rahasia": baterai jumbo 6.000 mAh.
Dengan harga Rp1.879.000 - Rp1.949.000, siswa mendapatkan layar lega 6,9 inci 120Hz yang sangat nyaman untuk mode split-screen (membuka video tutorial di atas, sambil mengetik catatan di bawah). Chipset Unisoc T7250 yang dipadukan dengan penyimpanan UFS 2.2 memastikan aplikasi terbuka dalam hitungan detik.
Meski resolusi layarnya masih HD+ dan bukan pilihan utama untuk gaming kompetitif, Redmi A7 Pro adalah definisi ponsel "tahan banting" untuk pelajar yang memprioritaskan ketahanan baterai dan kenyamanan membaca di atas segalanya.
3. itel S25: Sensasi Layar AMOLED dan Kamera Content Creator
Jika anak Anda memiliki minat besar pada desain visual, fotografi, atau mulai merintis hobi membuat konten media sosial untuk tugas sekolah, itel S25 wajib masuk dalam shortlist. Ponsel ini membawa panel AMOLED 6,78 inci FHD+ dengan tingkat kecerahan puncak 1.800 nit di kisaran harga Rp1,8 jutaan.
Artinya? Layar tetap terlihat jernih dan kontras warna tetap hidup meski ponsel digunakan di luar ruangan, misalnya saat mencari sinyal internet di lapangan sekolah atau saat upacara bendera.