Xiaomi 18 Fold dan Galaxy Z Fold 8 menawarkan pendekatan berbeda pada foldable premium. Xiaomi mengusung hardware agresif lewat kamera Leica 200MP, baterai 6000mAh, dan pengisian 67W.
Samsung lebih menekankan software matang, daya tahan, dan dukungan jangka panjang. Perbandingan ini penting bagi pembeli yang menimbang keunggulan hardware mentah versus pengalaman foldable Samsung yang lebih mapan.
Desain dan Layar
Xiaomi 18 Fold memakai Dragon Crystal Glass 3, punggung kaca, dan rangka aluminium dengan proteksi IP58/IP59.
Samsung menggunakan Gorilla Glass Ceramic 3, Victus 2, Armor Aluminum, dan proteksi IP48.
Keduanya terasa premium, tetapi rating proteksi air dan debu Xiaomi yang lebih tinggi memberi keunggulan praktis untuk daya tahan harian.
Layar dalam Xiaomi berukuran 7,58 inci LTPO AMOLED dengan 120Hz, kecerahan 4000 nits, dan dukungan Dolby Vision.
Samsung memakai panel 7,6 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X dengan 120Hz dan kecerahan 3000 nits plus lapisan anti-reflektif.
Spesifikasi utama Xiaomi lebih unggul, sementara perlakuan layar Samsung disebut membuat tampilan luar ruang lebih nyaman.
Layar penutup Xiaomi 5,38 inci LTPO AMOLED 120Hz dengan 4000 nits, sedangkan Samsung 5,5 inci Dynamic LTPO AMOLED 2X 120Hz.
Samsung menang di ukuran layar penutup yang lebih besar.
Performa, Baterai, dan Kamera
Xiaomi 18 Fold ditenagai chip 3nm XRing O3 dengan CPU 10-core dan GPU Arm G2-Ultra NX MC16.
Samsung memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 3nm dengan inti Oryon dan grafis Adreno 840.
Keduanya menargetkan performa flagship, tetapi platform Snapdragon Samsung menawarkan proposisi performa Android high-end yang lebih familiar.