Xiaomi menggabungkan kapasitas lebih besar dengan kecepatan pengisian hampir identik. Ini lebih siap untuk pemakaian lipat sepanjang hari.
Kamera Xiaomi diperkuat Leica dengan sensor utama 200MP OIS. Ada telephoto 50MP zoom optik kelas 3,2x dan ultrawide 50MP.
Perekaman video mendukung 8K dan Dolby Vision 4K.
Huawei memakai kamera utama 50MP aperture variabel, periskop 50MP zoom 3,5x, dan ultrawide 40MP dengan bidang pandang 120 derajat.
Aperture variabel Huawei menambah fleksibilitas. Xiaomi menawarkan resolusi tangkapan lebih tinggi.
Kamera selfie Xiaomi 16MP di kedua layar. Huawei memakai 8MP di kedua layar dengan dukungan video 4K.
Bagi pengguna yang sering memakai kamera layar dalam untuk panggilan video atau selfie, sensor Xiaomi lebih fleksibel.
Rekaman selfie 4K Huawei berguna, tetapi resolusi lebih rendah tetap menjadi kompromi hardware.
Secara keseluruhan, Xiaomi menawarkan hardware kamera lebih ambisius. Huawei tetap kompetitif lewat aperture variabel dan zoom periskop.
Harga dan Nilai
Xiaomi 18 Fold dibanderol sekitar $1.600 atau ₹1,55,000. Huawei Mate X7 sekitar $2.000 atau ₹2,20,000.
Xiaomi menyediakan konfigurasi dari 256GB hingga 1TB. Huawei mencapai 1TB dan menambah opsi RAM 20GB di varian teratas.
Selisih harga cukup besar bagi pembeli yang membandingkan ponsel lipat flagship.
Premi Huawei tercermin dari layar dalam lebih luas, kamera aperture variabel, telephoto periskop, dan konstruksi lipat premium.
Namun Xiaomi menghadirkan prosesor 3nm, baterai 6000mAh, kamera Leica 200MP, layar 4000 nits, dan pengisian nirkabel 50W dengan harga jauh lebih rendah.
Untuk konsumen yang fokus pada spesifikasi dan fungsi harian, paket Xiaomi tampak lebih hemat biaya.