unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan China Genjot Drama Mikro ke Pasar Global, Produksi Naik 13 Kali Lipat
Hiburan

China Genjot Drama Mikro ke Pasar Global, Produksi Naik 13 Kali Lipat

Ilustrasi industri drama mikro China yang didorong ke pasar global
China Genjot Drama Mikro ke Pasar Global, Produksi Naik 13 Kali Lipat
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah China mencanangkan industri drama mikro sebagai salah satu instrumen utama diplomasi budaya global.

Langkah itu diambil seiring melonjaknya popularitas format tontonan durasi singkat tersebut di dunia internasional.

Wakil Menteri sekaligus Juru Bicara Administrasi Radio dan Televisi Nasional Tiongkok (NRTA), He Biao, menyebut tayangan audio visual berfungsi sebagai jembatan emosional untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dunia.

Dalam Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026-2030, NRTA mematangkan strategi komunikasi internasional secara sistematis.

Tujuannya memfasilitasi konten serta platform digital lokal menembus pasar luar negeri.

He Biao menyatakan NRTA telah menerbitkan langkah-langkah untuk mengelola pengembangan drama mikro pada Agustus.

Lembaga itu juga sedang mempercepat penyusunan undang-undang penyiaran radio dan televisi.

Selain itu, NRTA meningkatkan sistem penyiaran darurat serta memperluas program kerja sama inovasi radio dan televisi antara China dan Afrika.

Pasar Domestik dan Produksi Berbasis AI

Kantor berita Global Times pada Kamis (17/9) memberitakan langkah ekspansi global ini didukung oleh ledakan industri domestik yang masif.

Jumlah pengguna drama mikro di China kini telah melampaui 800 juta orang.

Nilai pasarnya menembus 100 miliar yuan atau setara Rp264,37 triliun dengan kurs 1 RMB sama dengan Rp2.643,74.

Sepanjang delapan bulan pertama 2026 saja, sebanyak 430 ribu judul drama mikro telah dirilis.

Lebih dari 90 persen di antaranya digarap mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Angka produksi tahun ini tercatat melonjak 13 kali lipat dari total produksi tahun lalu.

Direktur Manajemen Program Audio Visual Online NRTA, Wang Xiaoliang, menekankan pengawasan mutu tetap menjadi prioritas.

Regulator mewajibkan pelabelan transparan pada setiap karya berbasis AI serta perlindungan hak cipta atas wajah dan suara.

Puluhan ribu konten yang dinilai melanggar aturan juga dibersihkan.

Para pelaku industri lokal menilai transisi menuju produksi berbasis AI dan dorongan go international sebagai fenomena yang tak bisa dibendung.

Pemanfaatan model AI generator video China memungkinkan proses pembuatan adegan dilakukan sepenuhnya lewat komputer.

Cara itu sekaligus menurunkan hambatan budaya agar narasi kehidupan modern China dapat dinikmati penonton global.

📰 Update Terbaru