unique visitors counter
⌂ Beranda News Denmark dan Greenland Tegaskan Kesepakatan dengan Trump Tak Korbankan Kedaulatan
News

Denmark dan Greenland Tegaskan Kesepakatan dengan Trump Tak Korbankan Kedaulatan

Pemandangan rumah-rumah di Nuuk, Greenland, dengan latar Gunung Sermitsiaq
Denmark dan Greenland Tegaskan Kesepakatan dengan Trump Tak Korbankan Kedaulatan
A A Ukuran Teks16px

Denmark dan Greenland pada Sabtu menyatakan bahwa kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat tidak akan mengorbankan kedaulatan Greenland.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Donald Trump mengklaim kesepakatan tersebut akan memberi Washington "kontrol permanen" atas keamanan pulau Arktik tersebut, sehingga ruang lingkup pastinya masih belum jelas.

Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland pada Jumat malam menyatakan telah mencapai kesepakatan bagi AS untuk mengembangkan kehadiran militer signifikan di Greenland.

Kesepakatan itu juga melarang pihak yang dianggap lawan AS membangun pangkalan mereka sendiri di pulau tersebut.

Namun, rincian penting kesepakatan belum dipublikasikan, termasuk skala kehadiran militer AS di wilayah otonom Denmark itu.

Belum jelas pula apakah ada kekuasaan formal atas kebijakan luar negeri dan sumber daya yang diserahkan kepada Washington.

Denmark dan Greenland berharap kesepakatan yang diperkirakan ditandatangani pada Sidang Umum PBB pekan depan dapat mengakhiri ketidakpastian selama berbulan-bulan.

Ketidakpastian itu dipicu oleh ancaman Trump untuk mengambil kendali atas Greenland.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dalam pernyataan di Facebook pada Sabtu mengatakan pekan depan bisa menjadi pekan yang baik bagi Greenland, Denmark, dan Amerika Serikat.

Ia berharap masa ketidakpastian berganti dengan perjanjian mengikat yang memperkuat keamanan di Arktik dan Atlantik Utara.

Menurutnya, hal itu juga memperkuat keamanan bersama di NATO dan Eropa, sambil menghormati garis merah Kerajaan Denmark.

Meski demikian, sebagian warga di ibu kota Greenland, Nuuk, menyatakan skeptis terhadap hubungan yang lebih erat dengan Washington.

Jakob Ludvigsen, 65 tahun, mengatakan AS tidak boleh mengontrol Greenland dan menilai kerja sama dengan NATO lebih baik.

📰 Update Terbaru