unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Umumkan Akan Tunjuk Penasihat AI Baru, Rincian Masih Gelap
News

Trump Umumkan Akan Tunjuk Penasihat AI Baru, Rincian Masih Gelap

Trump Umumkan Akan Tunjuk Penasihat AI Baru, Rincian Masih Gelap
Trump Umumkan Akan Tunjuk Penasihat AI Baru, Rincian Masih Gelap
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana menunjuk penasihat kecerdasan buatan atau AI czar baru dan membentuk AI force.

Pengumuman itu disampaikan melalui unggahan di media sosial pada Sabtu, tanpa menjelaskan rincian kedua inisiatif tersebut atau bagaimana implementasinya.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di Washington mengenai risiko teknologi AI terhadap manusia dan properti.

Awal bulan ini, mantan peneliti Anthropic, Jacob Coxon, mengatakan bahwa orang-orang yang membangun AI secara sungguh-sungguh percaya teknologi itu bisa membunuh kita semua pada akhir dekade ini.

Trump sendiri berulang kali meremehkan kekhawatiran tersebut dan berpendapat regulasi tambahan tidak diperlukan.

Dalam unggahannya di Truth Social, ia menegaskan tidak akan menghambat pertumbuhan industri AI.

Ia menyatakan akan merawat, membantu, dan mengawasi pertumbuhannya, namun tetap mencari hal-hal buruk melalui sistem peradilan pidana dan perdata yang sudah ada.

Jejak AI Czar Sebelumnya

Jika direalisasikan, ini akan menjadi AI czar kedua bagi Trump.

Sebelumnya, venture capitalist David Sacks menjabat posisi tersebut sebelum mundur pada musim semi dan beralih ke posisi penasihat eksternal.

Sacks juga menyuarakan skeptisisme Trump terhadap regulasi AI baru.

Dalam acara Politico pada Rabu, ia mengatakan pengembang AI harus bertanggung jawab memastikan keamanan produk mereka dan dapat dituntut jika muncul masalah.

Ia menambahkan aturan federal baru tidak diperlukan.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait unggahan Trump tersebut.

Unggahan itu muncul menjelang pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis.

Washington dan Beijing bersaing untuk kepemimpinan dalam kecerdasan buatan, yang oleh kedua pemerintah dianggap vital bagi kekuatan ekonomi dan militer.

Trump dan para eksekutif teknologi berpendapat regulasi berlebihan akan memperlambat pengembangan AI AS dan melemahkan kemampuan perusahaan Amerika bersaing dengan rival China.

Klaim itu sering dibantah oleh para pendukung keselamatan AI.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng pada Minggu di kantor pusat JPMorgan Chase di New York.

Pertemuan itu akan membahas keamanan AI, perdagangan, dan isu ekonomi lainnya, menurut seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut pada Sabtu.

📰 Update Terbaru