Presiden La Liga Javier Tebas dan manajemen Real Madrid terlibat perselisihan terbuka menyusul tuduhan konspirasi wasit usai Los Blancos takluk 1-2 dari Atletico Madrid pada Minggu (20/9/2026).
Kekalahan tersebut diwarnai kartu merah untuk bek Real Madrid, Dean Huijsen.
Hasil itu menempatkan klub di posisi keempat klasemen La Liga dengan 15 poin, tertinggal enam angka dari Barcelona.
Kritik Mourinho dan Isu Konspirasi
Sikap kritis diawali oleh pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, yang menilai kepemimpinan wasit merugikan timnya saat menghadapi Atletico Madrid.
"Kita bisa melewatkan konferensi pers karena inti cerita pertandingan ada di sini," kata Mourinho.
Mourinho membawa tangkapan layar ke sesi konferensi pers untuk menunjukkan pelanggaran lawan yang dinilainya layak membuahkan dua kartu merah pada babak pertama.
"Itu jelas dua kartu merah.
Mengingat kesulitan yang kami hadapi setelahnya bermain 11 lawan 10, kami hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya bermain 50 menit dengan 11 lawan sembilan," kata Mourinho.
Pernyataan Mourinho memicu isu konspirasi yang langsung dibantah tegas oleh Javier Tebas melalui media sosialnya.
"Mengaku bahwa wasit berpihak melawan Real Madrid adalah khayalan belaka," ujar Tebas.
Tebas menegaskan bahwa tuduhan bias terhadap wasit hanyalah klaim yang tidak berdasar untuk mengalihkan perhatian dari performa tim.
"Narasi itu berfungsi sebagai alasan untuk menutupi kekurangan lain yang jelas terlihat dalam pertandingan-pertandingan awal musim ini," ujar Tebas.
Ia menepis anggapan konspirasi sebagai dalih atas kegagalan di lapangan.
"Lebih mudah menunjuk pada sebuah konspirasi daripada menjelaskan apa yang terjadi di lapangan," ujar Tebas.
Pihak Real Madrid membalas pernyataan tersebut secara resmi, menyebut tindakan Tebas mendiskreditkan klub tidak dapat ditoleransi.
"Sangat mengejutkan bahwa presiden La Liga mendedikasikan waktu dan platform pribadinya untuk terus berupaya mendiskreditkan Real Madrid di depan publik," tulis Real Madrid.
Klub menilai sikap sang presiden kompetisi dapat merusak reputasi sepak bola Spanyol.
"Dengan melakukan hal itu, dia terus merusak citra kompetisi kita dan sepak bola Spanyol di seluruh dunia," lanjut pernyataan Real Madrid.
Manajemen Real Madrid menegaskan pentingnya pemimpin yang mengayomi seluruh klub anggota.
"Presiden La Liga bukanlah pemilik kompetisi, melainkan seorang manajer yang melayani klub-klub yang tergabung di dalamnya dan mempercayakan arah kompetisi kepadanya," lanjut pernyataan Real Madrid.
Klub menegaskan harapan terhadap kepemimpinan yang berintegritas.
"Klub-klub tersebut membutuhkan seseorang yang melayani misi ini dengan jujur," lanjut pernyataan Real Madrid.
Saat ini Real Madrid berada di peringkat keempat klasemen La Liga dengan 15 poin, tertinggal enam poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen usai menyapu bersih tujuh kemenangan.