Arisan menawarkan konsep yang sederhana namun brilian: sekelompok selebriti dan peserta dari kalangan masyarakat umum berkumpul untuk bermain berbagai permainan yang menguji kekompakan, pengetahuan, dan tentu saja, kemampuan mereka untuk saling melempar candaan yang mengocok perut. Gaya pembawaan yang jenaka, spontan, dan penuh improvisasi menjadikan setiap episode Arisan terasa segar dan tidak pernah membosankan.
Kekuatan utama Arisan terletak pada interaksi antar-peserta yang tidak terasa dibuat-buat. Tidak ada skrip kaku yang memaksa mereka untuk bersikap lucu; sebaliknya, humor yang muncul terasa natural dan organik, lahir dari chemistry yang kuat antara para kapten tim dan peserta. Hal ini menciptakan suasana santai yang sangat cocok untuk menemani waktu istirahat malam pemirsa setelah seharian beraktivitas.
Di era di mana masyarakat Indonesia semakin jenuh dengan konten-konten berat dan penuh konflik, kehadiran program seperti Arisan menjadi pengingat bahwa terkadang yang dibutuhkan penonton hanyalah tawa yang tulus dan hiburan yang ringan tanpa perlu berpikir keras.
5. Wajah Cinta yang Lain (SCTV) – Kisah Revenge dan Healing yang Relevan dengan Generasi Milenial
SCTV tidak tinggal diam melihat RCTI mendominasi slot prime time. Stasiun televisi yang berada di bawah bendera Emtek Group ini menjawab tantangan melalui sinetron Wajah Cinta yang Lain, produksi SinemArt yang berhasil menempati posisi kelima klasemen.
Dibintangi oleh trio bertalenta Dinda Kirana, Oka Antara, dan Ibrahim Risyad, Wajah Cinta yang Lain mengusung tema yang sangat relevan dengan zeitgeist generasi milenial dan Gen Z: kebangkitan dari trauma pengkhianatan dan perjalanan menuju penyembuhan diri (healing). Cerita berpusat pada sosok perempuan yang setelah mengalami pengkhianatan paling menyakitkan dalam hidupnya, memutuskan untuk tidak lagi menjadi korban melainkan bangkit dan mengambil kendali atas nasibnya sendiri.