Oppo mengklaim dynamic range 17 stop untuk single-frame, dengan stabilisasi CIPA 6.5.
Kamera telephoto 200MP menggunakan sensor 1/1.56 inci, aperture f/2.1, dan panjang fokus setara 70mm.
Telephoto ini bisa fokus hingga 10cm untuk makro dan memiliki rating stabilisasi CIPA 7.5.
Kamera ultra-wide 200MP juga memakai sensor 1/1.56 inci dengan aperture f/2.2 dan field of view 124 derajat.
Oppo menyebut kamera ultra-wide-nya menyerap cahaya 202% lebih banyak dari model sebelumnya.
Ada pula lensa warna Danxia generasi kedua di samping kamera utama untuk pemrosesan warna, dengan dynamic range 15 stop pada 24 kanal sampling spektral.
Oppo mengklaim efisiensi persepsi warna meningkat 43% dibanding generasi sebelumnya. Sementara itu, X500 Pro Max memiliki konfigurasi berbeda.
Kamera utamanya memakai sensor Blueprint 900 1/1.28 inci hasil pengembangan bersama Sony, aperture f/1.57, dan panjang fokus setara 24mm.
Vivo juga mengklaim dynamic range 17EV. Kamera ini menggunakan stabilisasi TrueDynamic dengan sistem gimbal 3 derajat dan lapisan Zeiss T*.
Fitur utama kamera Vivo adalah telephoto Zeiss APO 200MP.
Kamera ini memakai sensor Blueprint x Samsung HP0 1/1.4 inci, aperture f/2.67, dan panjang fokus setara 85mm.
Vivo menyebut 85mm sebagai panjang fokus emas untuk potret dan subjek jauh. Telephoto ini juga mendukung makro 15cm dan memiliki stabilisasi CIPA 7.0.
Kamera ultra-wide-nya adalah unit 50MP dengan sensor 1/2.75 inci dan aperture f/2.0.
Kamera ini mendukung autofocus sehingga bisa fokus pada subjek lebih dekat untuk makro.
Vivo juga menambahkan sistem fokus laser multi-zona dengan 1.536 titik laser dalam grid 48x32. Sistem ini menyediakan lebih dari 1.500 titik informasi kedalaman untuk membantu fokus.