unique visitors counter
⌂ Beranda News BNPB Laporkan Karhutla Kalimantan: 209,78 Hektare Masih Terbakar, Penerbangan Terganggu
News

BNPB Laporkan Karhutla Kalimantan: 209,78 Hektare Masih Terbakar, Penerbangan Terganggu

Ilustrasi asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan
BNPB Laporkan Karhutla Kalimantan: 209,78 Hektare Masih Terbakar, Penerbangan Terganggu
A A Ukuran Teks16px

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan sudah mencapai pengendalian signifikan.

Meski begitu, masih ada area terbakar seluas 209,78 hektare yang belum sepenuhnya dipadamkan.

Data Kepala BNPB Suharyanto menunjukkan total luas karhutla mencapai 1.212,52 hektare, dengan 1.002,74 hektare di antaranya berhasil dipadamkan.

Kalimantan Selatan mencatat luas area terbakar terbesar, yakni 63,16 hektare.

Sementara Kalimantan Barat memiliki area terbakar terkecil, yaitu 11,74 hektare.

Asap Karhutla Hambat Penerbangan di Kalteng dan Kalbar

Penanganan asap karhutla masih menghadapi kendala, terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, karena operasi modifikasi cuaca (OMC) belum maksimal.

Asap tebal itu mengganggu penerbangan komersial dan transportasi udara di kedua wilayah, termasuk operasi water bombing yang menjadi salah satu metode pemadaman.

Suharyanto menyampaikan gangguan tersebut melalui video yang disiarkan Sekretariat Presiden.

Transportasi udara keluar masuk Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat mengalami hambatan yang berdampak pada kelancaran operasional penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menegaskan keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama saat jarak pandang terpengaruh asap karhutla.

Evaluasi ketat dilakukan dalam setiap keputusan operasional, termasuk potensi keterlambatan, pembatalan, atau pengalihan penerbangan.

Pada periode 14-20 September 2026, tercatat 409 penerbangan terdampak di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.

Rinciannya meliputi 141 penerbangan tertunda, 254 pembatalan atau penundaan, serta 14 pengalihan rute.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni 201 penerbangan terdampak, diikuti Kalimantan Timur 138 penerbangan dan Kalimantan Utara 70 penerbangan.

Beberapa bandara mencatat jarak pandang serendah 50 meter yang menghambat operasional sesuai standar keselamatan.

Pada 21 September 2026, sejumlah bandara di Kalimantan Barat juga terdampak asap karhutla.

Bandara Supadio di Pontianak melaporkan keterlambatan penerbangan antara 42 hingga 195 menit dengan beberapa penerbangan dibatalkan akibat jarak pandang yang kurang aman.

Bandara Rahadi Oesman Ketapang dan Bandara Singkawang juga mengalami gangguan operasional, meski tetap berstatus buka dengan jarak pandang bervariasi.

Lukman memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan.

Langkah itu dilakukan untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional di tengah kondisi asap yang menantang.

📰 Update Terbaru