unique visitors counter
⌂ Beranda News Larangan Trump terhadap Tiga Media di Gedung Putih Masuk Pengadilan
News

Larangan Trump terhadap Tiga Media di Gedung Putih Masuk Pengadilan

Papan tanda di area kerja media Gedung Putih setelah CNN, MS NOW, dan Politico dilarang masuk
Larangan Trump terhadap Tiga Media di Gedung Putih Masuk Pengadilan
A A Ukuran Teks16px

MS NOW disebut melaporkan investigasi dugaan kebocoran, sementara Politico menerbitkan dokumen pendanaan ruang dansa Gedung Putih.

Dokumen itu memuat deskripsi rinci tentang bagaimana Secret Service akan berinvestasi dalam peningkatan keamanan.

Surat Politico merinci enam insiden pemberitaan, termasuk kutipan pejabat senior pemerintahan yang diberi anonimitas pada Juni.

Pejabat itu memprediksi apakah kesepakatan awal akan mengakhiri konflik dengan Iran.

Item tersebut tampaknya merujuk pada briefing latar yang diatur Gedung Putih, di mana pejabat memberi penjelasan dengan syarat anonimitas sesuai aturan yang ditetapkan Gedung Putih sendiri.

Beberapa media lain juga melaporkan pernyataan pejabat tersebut.

Dalil Media dan Dukungan Solidaritas

Media yang dilarang berargumen bahwa larangan itu terang-terangan melanggar Amandemen Pertama.

Trump mulai menekankan argumen keamanan nasional pada Selasa, dengan menyebut pemberitaan negatif berbahaya bagi negara.

Kepada wartawan di PBB, ia membela larangan yang tiba-tiba diumumkan Jumat itu.

Ia mengatakan pihaknya berhak membersihkan berita palsu.

Sehari setelah pengumuman, jurnalis dari tiga media itu tiba di tempat kerja dan mendapati lencana masuk mereka dinonaktifkan.

Pada Senin, ketiga media mengajukan gugatan bersama, menuduh mereka disasar karena konten pemberitaan alias diskriminasi sudut pandang.

Mereka menyebutnya pelanggaran terang-terangan terhadap Amandemen Pertama dan meminta pengadilan segera memulihkan akses.

Larangan itu memicu solidaritas media lain.

Pool pers lima jaringan AS, yang mencakup CNN, memutuskan menangguhkan liputan acara Trump sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Associated Press bergabung dengan sejumlah organisasi yang menahan diri menerbitkan foto presiden pada Senin.

Pada Rabu, pool jaringan itu kembali absen dari jadwal pers harian Gedung Putih.

Larangan dan gugatan lanjutannya adalah bagian dari konflik panjang antara presiden, terutama di masa jabatan keduanya, dan media yang dianggap tidak menguntungkan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru