unique visitors counter
⌂ Beranda News Pentagon Akui AI Maven Smart System Salah Target Rudal ke Sekolah Dasar Iran
News

Pentagon Akui AI Maven Smart System Salah Target Rudal ke Sekolah Dasar Iran

Ilustrasi serangan rudal AS ke sekolah dasar di Iran yang menewaskan anak-anak
Pentagon Akui AI Maven Smart System Salah Target Rudal ke Sekolah Dasar Iran
A A Ukuran Teks16px

Pentagon menilai sistem kecerdasan buatan (AI) sebagai faktor utama dalam serangan rudal Amerika Serikat yang menewaskan sedikitnya 123 anak-anak di sebuah sekolah dasar di Iran.

Insiden itu terjadi pada 28 Februari 2026, menandai hari pertama perang antara AS dan Iran.

Dua rudal Tomahawk menghantam Sekolah Dasar Shajarah Tayyebeh di kota Minab, wilayah selatan Iran.

Total korban jiwa dalam serangan tersebut melebihi 150 orang, dengan mayoritas adalah anak-anak sekolah dasar.

Ketergantungan pada Maven Smart System

Sebuah laporan investigasi internal Pentagon yang belum dipublikasikan menyebutkan bahwa personel militer terlalu bergantung pada Maven Smart System.

Platform AI yang dikembangkan oleh Palantir Technologies itu digunakan untuk menentukan sasaran serangan, dengan kontrak senilai 1,3 miliar dollar AS dari Pentagon.

Namun, Maven tidak didesain untuk memperbarui data intelijen yang sudah kadaluarsa.

Lokasi sekolah tersebut selama bertahun-tahun tercatat dalam database militer AS sebagai fasilitas militer, meski sejak 2017 telah berubah fungsi menjadi sekolah dengan fasilitas lengkap yang terlihat jelas dari citra satelit.

Meskipun ada analis intelijen yang memperingatkan perubahan fungsi bangunan pada 2019, informasi itu tidak dianggap otoritatif dan tidak sampai ke perencana serangan.

Dalam 24 jam pertama perang, lebih dari 1.000 target di Iran diserang dengan waktu verifikasi yang sangat singkat.

Tim mitigasi korban sipil di Kementerian Pertahanan AS juga telah dipangkas sekitar 90 persen sebelum konflik, menyisakan kurang dari 20 personel untuk tugas tersebut.

Palantir membantah bertanggung jawab atas kesalahan ini dan menegaskan bahwa AI hanya memproses data yang dimasukkan tanpa kemampuan memperbaiki informasi keliru.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru