unique visitors counter
⌂ Beranda › News › MII Gunakan AI, Proyek 3 Konsultan Kini Cukup 2 Orang
News

MII Gunakan AI, Proyek 3 Konsultan Kini Cukup 2 Orang

Ilustrasi kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas kerja
MII Gunakan AI, Proyek 3 Konsultan Kini Cukup 2 Orang
A A Ukuran Teks16px

PT Mitra Integrasi Informatika (MII) memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan.

Presiden Direktur MII, Alexander Kuntoro, menyatakan bahwa adopsi AI di Indonesia dan internal perusahaan masih dalam tahap pengembangan.

Menurutnya, fase AI di Indonesia saat ini adalah build, run and scale, dan sebagian besar organisasi masih berada di tahap build.

Banyak perusahaan dalam negeri masih menjalankan uji coba untuk melihat kesesuaian AI dengan skema bisnis mereka.

Meski demikian, Alexander memprediksi adopsi AI akan melonjak signifikan dalam tiga tahun ke depan.

Ia menyebut fase tersebut akan menjadi run and scale, yang berarti pertumbuhan eksponensial dan berlipat ganda.

AI Bantu Pekerjaan Konsultan

MII mengimplementasikan AI untuk merampingkan proses pembuatan kode program yang sebelumnya dikerjakan manual oleh konsultan.

Dengan sistem ini, konsultan dapat lebih fokus pada peninjauan kode yang dihasilkan platform.

Alexander mencontohkan proyek aplikasi bisnis yang semula memerlukan tiga konsultan kini dapat diselesaikan oleh dua orang dengan bantuan AI.

Pemanfaatan AI juga diterapkan pada tahap pengujian sistem sebelum aplikasi diluncurkan ke tahap produksi.

Integrasi skrip pengujian berbasis AI memungkinkan proses pengujian berjalan otomatis tanpa menunggu jam kerja berikutnya.

Manajemen MII menegaskan bahwa integrasi teknologi ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kerja, bukan untuk memangkas jumlah karyawan.

Alexander menekankan bahwa AI tidak menggantikan manusia, melainkan membuat tim menjadi lebih produktif.

MII juga memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun pengurangan karyawan seiring meluasnya penggunaan AI.

Sebagai penyedia layanan sistem integrator, perusahaan berkomitmen memberikan layanan yang lebih cepat dan efisien kepada klien.

Standar produktivitas berbasis AI ini diharapkan menjadi acuan baru bagi sektor enterprise di berbagai industri.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru