Arsitek sekaligus dosen Binus University, Denny Setiawan, memaparkan kriteria teknis untuk menentukan kategori ukuran sebuah rumah.
Menurutnya, klasifikasi ini tidak hanya dilihat dari luas bangunan, tetapi juga dari fasilitas yang tersedia di dalamnya.
Luas Bangunan dan Kategori Rumah
Denny menjelaskan bahwa rumah dapat dikategorikan besar apabila luas bangunannya mencapai minimal 150 meter persegi untuk satu lantai.
Jika bangunan terdiri dari tiga lantai, total luasnya bisa menyentuh angka 450 meter persegi.
"Luas rumah kalau 450 meter persegi ke atas itu udah besar, biasanya ada 3 lantai," ujar Denny.
Dalam klasifikasi denah hunian, bangunan dengan total luas di bawah 150 meter persegi tergolong kecil, baik untuk satu maupun dua lantai.
Kategori sedang mencakup bangunan seluas 150 hingga 450 meter persegi.
Sementara itu, hunian di atas 450 meter persegi dipastikan masuk kategori besar tanpa memandang jumlah tingkatnya.
Penambahan area khusus turut menjadi indikator utama sebuah tempat tinggal tergolong mewah.
Selain memenuhi kebutuhan dasar seperti kamar tidur, dapur, ruang keluarga, dan kamar mandi, rumah besar biasanya memfasilitasi kebutuhan tersier.
Fasilitas pendukung tersebut mencakup ruang servis, area tamu khusus, ruang hobi, dapur bersih, hingga sarana olah raga mandiri seperti gym.
"Ketika kebutuhan tersier itu difasilitasi atau ada di dalam rumah, berarti itu adalah rumah besar atau rumah mewah," kata Denny.
Secara kalkulasi teoritis, kebutuhan ruang hidup standar bagi satu orang berada di angka 9 meter persegi atau berukuran 3x3 meter.
Hitungan dasar ini belum memperhitungkan kebutuhan area dapur serta kamar mandi.
Perhitungan ideal untuk tipe satu kamar dapat disimulasikan dari gabungan ruang keluarga seluas 18 meter persegi, dapur 8 meter persegi, kamar tidur 12 meter persegi, serta kamar mandi 6 meter persegi.
Akumulasi area tersebut mencapai 44 meter persegi, lalu ditambahkan porsi 30 persen untuk area sirkulasi gerak sehingga membutuhkan total luas 57,2 meter persegi.
