Harga bahan bakar minyak yang tinggi mendorong sejumlah pemilik kendaraan beralih menggunakan BBM beroktan lebih rendah dari saran pabrikan.
Langkah ini diambil untuk memangkas pengeluaran operasional harian.
Penggunaan BBM dengan tingkat oktan di bawah spesifikasi berdampak langsung pada kinerja dapur pacu kendaraan.
Pemilik Bengkel Kafka di Bogor, Kamal, menjelaskan bahwa penurunan kualitas BBM pada mobil modern dapat memicu gejala mesin mengelitik.
"Sebab suplainya tidak sesuai spesifikasi. Nanti pengaruhnya ke konsumsi BBM dan tenaga.
Harusnya klaim pabrik di 1:15, bisa ada penurunan dan pasti lebih boros.
Tenaganya yang seharusnya ringan jadi sedikit berat," kata Kamal, dikutip dari Otomotif pada Kamis (1/10/2026).
Kendati berdampak pada performa, penurunan kinerja tersebut dinilai masih dalam batas toleransi penggunaan harian.
Hal ini sebanding dengan selisih harga BBM subsidi dan non-subsidi yang mencapai sekitar Rp 5.000 per liter.
Siasat Oplos BBM dan Italian Tune Up
Penumpukan kerak karbon akibat penggunaan BBM beroktan rendah dapat disiasati tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Pemilik kendaraan bisa menerapkan metode pencampuran jenis BBM secara berkala.
"Servis biasa itu sebetulnya tidak pengaruh dengan urusan BBM. Kalau mau berpengaruh, lakukan carbon cleaning.
Tapi kalau mau yang lebih hemat lagi, paling dioplos," ucap Kamal.
Skema tersebut dilakukan dengan mengisi tangki penuh atau setengah tangki menggunakan BBM beroktan tinggi minimal satu kali dalam sebulan.
Langkah ini dilanjutkan dengan memacu kendaraan di jalan bebas hambatan.
"Nanti pas di jalan tol digeber atau digas, istilahnya italian tune up. Itu salah satu cara membantu membersihkan ruang bakar mesin kalau tidak mau tune up," katanya.
Bagi pemilik kendaraan yang memiliki alokasi dana lebih, pembersihan ruang bakar dan komponen suplai bahan bakar secara rutin tetap disarankan.
Perawatan berkala penting untuk mencegah akumulasi kotoran yang mengganggu sistem pembakaran.
"Kalau mau tune up, bagian throttle body dibersihkan dan lakukan carbon cleaning per 5.000 atau 10.000 km.
Nanti di 40.000 km lakukan pembersihan filter bensin," tutur Kamal.
Pembersihan filter bensin dilakukan dengan membuka komponen untuk memastikan aliran bahan bakar tetap lancar.
Perawatan ini menjaga tekanan konsisten serta semprotan nozzle injektor tetap presisi guna mempertahankan efisiensi BBM.
Menurunkan kualitas BBM memicu knocking pada mesin modern. Penggunaan BBM beroktan tinggi secara berkala jadi trik hemat menjaga kebersihan ruang bakar.
