unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Kompor Induksi dan Mobil Listrik Pacu Lonjakan Listrik 2060
News

Kompor Induksi dan Mobil Listrik Pacu Lonjakan Listrik 2060

Ilustrasi konsumsi listrik Indonesia yang diproyeksikan melonjak hingga 1.813 TWh pada 2060
Kompor Induksi dan Mobil Listrik Pacu Lonjakan Listrik 2060
A A Ukuran Teks16px

Konsumsi listrik Indonesia diproyeksikan melonjak dari 539 terawatt hour (TWh) pada 2025 menjadi 1.813 TWh pada 2060.

Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi nasional dan percepatan program elektrifikasi untuk mengejar target net zero emissions.

Proyeksi tersebut mengemuka dalam riset bersama Tenggara Strategics dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia yang dipaparkan di forum Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026.

Elektrifikasi Rumah Tangga dan Kendaraan Listrik Jadi Pendorong Utama

Sektor rumah tangga diperkirakan menyerap sekitar 28% dari total kebutuhan listrik nasional.

Sementara itu, adopsi kendaraan listrik diproyeksikan menyumbang porsi 11% dari keseluruhan permintaan energi.

Migrasi dari kompor LPG ke kompor listrik atau induksi berpotensi menjadi penyumbang lonjakan konsumsi listrik terbesar di sektor rumah tangga.

Jika program konversi diterapkan menyeluruh, beban permintaan listrik baru diperkirakan berkisar 27,62 gigawatt (GW) hingga 53,43 GW, tergantung tingkat efisiensi kompor.

Saat ini, konsumsi LPG mencakup 41,46% dari total energi rumah tangga, dengan 77,6% pasokannya masih bergantung pada impor.

Peralihan ke kompor induksi dinilai dapat menekan ketergantungan impor LPG sekaligus mengurangi beban subsidi energi pemerintah.

Langkah konversi ini juga disebut dapat menjadi penopang utama penyerapan daya dari program pembangunan energi surya berkapasitas 100 GWp.

Di sektor transportasi, elektrifikasi kendaraan publik maupun pribadi turut memicu peningkatan konsumsi energi.

Pada 2025, impor bensin nasional tercatat mencapai 23.660 kiloliter (KL) atau sekitar 65% dari total kebutuhan domestik.

Setiap penambahan 1 juta unit kendaraan listrik diperkirakan menghemat penggunaan bensin hingga 1.250 KL per tahun.

Pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik dalam negeri diproyeksikan membuka hingga 500.000 lapangan kerja baru.

Kebutuhan pasokan daya juga dipicu oleh ekspansi sektor industri, khususnya program hilirisasi mineral dan pembangunan pusat data.

Proyek hilirisasi nikel membutuhkan tambahan daya sekitar 13,6 GW dari pembangkit listrik captive merujuk pada RUPTL 2025-2034.

Industri pusat data diperkirakan menambah beban permintaan listrik sebesar 1,7 GW hingga pertengahan 2027.

Direktur Eksekutif CSIS Indonesia Yose Rizal Damuri menekankan pentingnya memastikan lonjakan permintaan energi ini dapat dipenuhi oleh sumber energi bersih.

Direktur Konservasi Energi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Gigih Udi Atmo menyampaikan pentingnya peningkatan efisiensi energi selama proses elektrifikasi agar ketahanan energi nasional tetap terjaga.

CEO Climate Group Helen Clarkson, OBE, menyebutkan sekitar 35% perusahaan global anggota RE100 beroperasi di Indonesia.

Ketersediaan pasokan energi hijau menjadi syarat mutlak bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk mempertahankan investasi.

Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma mengonfirmasi lonjakan konsumsi listrik di sektor data center dari 640 MW pada awal tahun menjadi 1,7 GW pada pertengahan 2027.

Sebanyak 30% anggota IDPRO menargetkan net zero pada 2030.

PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya mengantisipasi lonjakan kebutuhan daya nasional melalui transisi energi yang terukur.

EVP Manajemen Aset dan Sistem Manajemen Terintegrasi PT PLN, Tri Hardimasyar, mengatakan PLN terus memastikan kesiapan penyediaan listrik.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan energi surya 100 GWp secara bertahap.

Fase pertama difokuskan untuk mengurangi konsumsi diesel di wilayah yang belum terintegrasi dengan jaringan listrik konvensional, melalui pengembangan PLTS atap maupun PLTS terapung.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru