unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Bahlil Tuding LNG Dijual Lagi, METI Singapura Beri Klarifikasi
News

Bahlil Tuding LNG Dijual Lagi, METI Singapura Beri Klarifikasi

Kapal pengangkut LNG di perairan Singapura
Bahlil Tuding LNG Dijual Lagi, METI Singapura Beri Klarifikasi
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) Singapura membantah dugaan bahwa LNG Indonesia dijual kembali ke negara lain.

METI menjelaskan kargo LNG yang diperdagangkan perusahaan berbasis Singapura umumnya dikirim langsung dari negara pemasok ke negara pembeli.

Dengan demikian, gas tersebut tidak harus melewati wilayah Singapura secara fisik.

Penjelasan ini disampaikan sebagai tanggapan atas pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Sebelumnya, Bahlil menduga sebagian LNG yang dikirim Indonesia ke Singapura diperjualbelikan kembali ke negara lain.

Mekanisme Perdagangan LNG Singapura

Singapura berperan sebagai pusat perdagangan internasional, termasuk dalam transaksi LNG.

METI menyebut ada lebih dari 50 perusahaan berbasis di Singapura yang membeli, memasarkan, dan memperdagangkan gas alam cair dari berbagai pasar dunia.

Indonesia termasuk salah satu negara pemasok LNG bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Sumber pasokan utama lainnya berasal dari AS, Australia, dan Malaysia.

Menurut METI, aktivitas perdagangan perusahaan Singapura tidak selalu berarti kargo gas harus dikirim terlebih dahulu ke negara itu.

Keputusan transaksi komersial dapat dilakukan di Singapura, sedangkan pengiriman fisik berlangsung langsung antara negara asal dan negara penerima.

Dalam keterangannya kepada Channel News Asia yang dikutip Minggu (1/11/2026), METI menjelaskan: "Meskipun para pedagang yang berbasis di Singapura membuat keputusan komersial terkait kargo, kargo LNG sebenarnya biasanya bergerak langsung dari negara sumber ke negara tujuan dan tidak secara fisik melewati Singapura."

Selain menjelaskan jalur distribusi LNG, pemerintah Singapura menegaskan bahwa gas alam yang didatangkan dari Indonesia melalui jaringan pipa diperuntukkan bagi kebutuhan dalam negeri.

"Gas alam yang diimpor dari Indonesia melalui pipa adalah untuk penggunaan domestik, dan bukan untuk ekspor," tegas METI.

Dugaan mengenai perdagangan kembali LNG sebelumnya disampaikan Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Ia menyoroti besarnya volume pengiriman gas Indonesia ke Singapura dan mempertanyakan pemanfaatan seluruh kargo yang dikirim.

Bahlil memaparkan bahwa total ekspor gas Indonesia ke Singapura mencapai 409,5 MMSCFD.

Dalam keterangannya, ia juga menyebut angka 1.480 MMSCFD berkaitan dengan LNG yang dikirim ke negara tersebut.

Menurut Bahlil, tidak seluruh LNG yang diterima Singapura digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Ia menduga sebagian pasokan dimanfaatkan dalam aktivitas perdagangan internasional sebelum dikirim kembali ke negara lain.

Bahlil menyampaikan: "148 kargo itu setara dengan 1.480 MM. Itu yang kita kirim.

Tapi keyakinan saya bahwa pengiriman 148 kargo itu tidak semuanya itu dipakai untuk kepentingan Singapura, tapi sebagian dijadikan sebagai trading, untuk kemudian diekspor lagi ke negara lain.

Tapi ada sebagian pasti untuk konsumsi mereka."

Meski menyampaikan dugaan tersebut, pemerintah Indonesia belum menetapkan rencana pengurangan ekspor LNG ke Singapura.

Bahlil menyebut kebutuhan gas dalam negeri saat ini masih mencukupi sehingga pengiriman ke luar negeri belum perlu dihentikan.

Namun, pemenuhan kebutuhan domestik tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan ekspor energi.

Ketersediaan pasokan nasional akan menjadi dasar pemerintah dalam mengevaluasi pengiriman gas ke pasar internasional.

Bahlil menjelaskan sikap pemerintah terkait kemungkinan perubahan kebijakan ekspor tersebut: "Nanti kita lihat perkembangannya lah, ya.

Kan kita harus memprioritaskan kepentingan domestik kita, tapi kalau domestik kita sudah cukup, saya pikir kita harus juga mengirim ekspor ke negara lain."

Dengan demikian, pemerintah Indonesia belum mengambil keputusan untuk memangkas pengiriman LNG ke Singapura.

Sementara itu, METI tetap menegaskan bahwa gas yang diimpor melalui pipa dari Indonesia digunakan untuk konsumsi domestik Singapura.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru