Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kematian seorang pekerja laboratorium wabah Rusia tidak tampak terkait dengan senjata biologis.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Ruang Oval ketika ditanya apakah ada keterlibatan "bio-weapon".
"Kami tidak berpikir demikian. Kami akan segera mengetahuinya, tetapi kami tidak berpikir demikian," ujar Trump.
Sebelumnya, Rusia memperingatkan agar tidak menyebarkan informasi "palsu" setelah muncul laporan dugaan kasus kedua.
Amerika Serikat dan PBB mendesak Rusia untuk lebih transparan mengenai situasi tersebut.
Respons Rusia dan Desakan Transparansi
Trump mengatakan Rusia bersikeras bahwa situasi berada dalam kendali, namun ia menilai tidak banyak informasi yang keluar.
"Jika Anda mendengarkan mereka, situasinya terkendali. Tapi Anda tahu, orang-orang pernah mengatakan itu sebelumnya tentang hal-hal lain," kata Trump.
Mengacu pada respons awal China terhadap pandemi Covid, Trump menambahkan bahwa China tidak banyak bicara dan Rusia juga tidak banyak bicara.
Trump menegaskan kembali bahwa ia memiliki jadwal panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait isu ini, tetapi tidak menyebutkan kapan waktunya.
"Hari ini adalah ulang tahun Vladimir Putin," tambah Trump.
Pernyataan Trump itu menegaskan posisi Washington yang belum melihat indikasi keterkaitan kematian pekerja laboratorium tersebut dengan senjata biologis.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pihaknya akan terus mencari kejelasan dan berharap mendapatkan kepastian dalam waktu dekat.
Desakan Amerika Serikat dan PBB agar Rusia lebih terbuka menunjukkan kekhawatiran internasional atas minimnya informasi resmi yang beredar.
Rusia sendiri membantah informasi yang dinilainya palsu, sementara laporan tentang dugaan kasus kedua menambah keraguan publik terhadap penanganan situasi tersebut.
Trump juga menyebut bahwa komunikasi dengan Putin tetap dijadwalkan, meski waktu pastinya belum diungkapkan.