Aktor sekaligus kreator konten Aron Ashab belum mengungkap secara rinci dugaan penculikan dan penyekapan yang disebut dialaminya selama enam bulan di sebuah tempat di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Saat berbicara melalui panggilan video bersama Sunan Kalijaga di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (16/10/2026), Aron mengatakan ingin menyiapkan penjelasan sebelum menceritakan kejadian itu kepada publik.
Dalam percakapan tersebut, Aron terlihat berusaha santai dan belum bersedia memaparkan kronologi maupun alasan dirinya dibawa ke lokasi itu.
Ia sempat melontarkan candaan mengenai orang-orang yang dinilainya tidak menunjukkan kepedulian ketika dirinya menghilang.
Aron menyampaikan kekecewaannya sambil tertawa saat berbincang melalui panggilan video dengan Sunan Kalijaga.
"Gue tuh cuma kecewa aja sama kalian semua, kenapa kalian gak ada yang speak up gitu," ujar Aron Ashab.
Aron menjelaskan bahwa dirinya belum siap menceritakan kejadian tersebut secara spontan.
Ia ingin menyusun cerita terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan tidak terpisah-pisah.
"Gak bisa langsung begini. Nanti kita susun dulu baru kita ngobrol.
Pokoknya sekarang menghibur aja dulu, seru-seruan, lucu-lucuan. Sejauh ini baik-baik saja," jelasnya.
Meski belum memberikan penjelasan lengkap, Aron menyatakan bahwa persoalan yang dihadapinya akan menjadi lebih jelas.
Ia juga meminta doa agar masalah tersebut menemukan titik terang dan keadilan.
"Nanti akan jelas nantinya. Ya doain ajalah jatuhnya.
Kamu tahu, kebenaran akan menemukan keadilannya, tidak sih akhirnya," kata Aron.
Kronologi Versi Sunan Kalijaga
Sebelumnya, Sunan Kalijaga mengatakan bahwa Aron, yang berusia 28 tahun, datang untuk berkonsultasi mengenai dugaan pengalaman traumatis.
Menurut penjelasan Sunan, Aron diduga dibawa secara paksa dari Jakarta oleh sekelompok orang menuju sebuah lokasi di pedalaman Tasikmalaya.
Sunan juga menyebut Aron tinggal bersama puluhan orang di tempat tersebut dan ditempatkan sebagai warga binaan.
Selama berada di sana, Aron dikabarkan harus menjalani sejumlah aktivitas yang tidak biasa, termasuk melaksanakan salat hingga 120 rakaat dalam sehari.
Selain itu, menurut keterangan Sunan, Aron diduga menyaksikan sejumlah tindakan kekerasan selama berada di lokasi tersebut.
Rangkaian kejadian itu masih belum dijelaskan secara langsung oleh Aron kepada publik.
Sunan menyebut Aron akhirnya berhasil meninggalkan tempat tersebut setelah berusaha memperoleh kepercayaan dari pengelolanya dengan menunjukkan perilaku baik.
Setelah mendapatkan kesempatan untuk keluar, Aron melarikan diri ke Jakarta.
Hingga percakapan tersebut berlangsung, Aron belum memaparkan kronologi lengkap mengenai dugaan penculikan dan penyekapan yang disebut dialaminya selama enam bulan.