unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Ilham Habibie Ungkap Pesan BJ Habibie soal Kaitan Teknologi dan Demokrasi
News

Ilham Habibie Ungkap Pesan BJ Habibie soal Kaitan Teknologi dan Demokrasi

Ilham Akbar Habibie saat memberikan keterangan
Ilham Habibie Ungkap Pesan BJ Habibie soal Kaitan Teknologi dan Demokrasi
A A Ukuran Teks16px

Ilham Akbar Habibie menyoroti peran ayahnya, Bacharuddin Jusuf Habibie, dalam mendorong demokrasi. Hal ini disampaikannya dalam acara Lifetime Achievement Awards 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menurut Ilham, pemahaman masyarakat tentang BJ Habibie sering kali terlalu berpusat pada kecakapannya di bidang teknologi. Padahal, ayahnya juga memberikan perhatian besar terhadap perkembangan demokrasi.

Ilham menjelaskan bahwa Habibie memandang kemajuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai moral dan etika. Keseimbangan tersebut menjadi landasan kehidupan bermasyarakat.

"Padahal sebetulnya tidak, yakni juga mendorong demokrasi," ujar Ilham dalam acara tersebut.

Ia kemudian menguraikan prinsip yang kerap ditekankan ayahnya mengenai keterkaitan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kehidupan demokratis.

Habibie mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan antara penguasaan teknologi dan nilai-nilai etis.

"Beliau kerap menekankan ada kaitan erat antara teknologi atau Iptek, dengan demokrasi (moral dan etika). Kita butuh kesinambungan antara Iptek sekaligus menjunjung moral dan etika," ujar Ilham.

Metode Pendidikan Habibie dalam Keluarga

Selain mengenang pemikiran ayahnya, Ilham juga pernah menceritakan metode pendidikan yang diterapkan Habibie dalam keluarganya. Dalam acara Eureka!

Inspirasi BJ Habibie dan Teknologi Dirgantara pada Senin, 19 Desember 2022, ia menjelaskan bahwa sang ayah lebih banyak memberikan teladan melalui pekerjaan dan karya nyata.

Menurut Ilham, sejak kecil dirinya sesekali diajak ke kantor ayahnya ketika Habibie memiliki waktu luang.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran melalui pengamatan langsung terhadap pekerjaan dan perilaku orang tuanya.

"Nilai-nilai yang diberikan kepada saya itu dengan memberikan contoh, tentunya lewat pekerjaan dan karya bapak sendiri. Jadi dari saya kecil, kalau ada waktu saya diajak bapak ke kantornya.

Meskipun saya belum mengerti apa-apa waktu itu, bapak memberikan contoh langsung," tutur Ilham.

Dalam menjelaskan pembagian peran kedua orang tuanya, Ilham menyebut ibunya, Ainun, mengajarkan kemandirian dan kedewasaan.

Sementara itu, Habibie memberikan prinsip-prinsip dasar serta membuka ruang diskusi, terutama mengenai bidang penerbangan yang juga ditekuni Ilham.

"Ibu mendidik saya untuk bisa mandiri, bertindak secara lebih matang dan bijak. Bapak memberikan saya prinsip-prinsip dasar dan kalau ada kesempatan, kami diskusi.

Secara khusus karena bapak pakar pesawat terbang, dan saya menggeluti bidang yang sama, maka kita banyak juga diskusi secara rinci mengenai teknologinya, industrinya, desainnya, bisnisnya, dan tantangan-tantangan ke depannya," jelas Ilham.

Habibie juga menanamkan pesan agar keluarganya tetap berkontribusi bagi Indonesia, termasuk ketika tinggal di luar negeri.

Ilham mengenang bahwa ayahnya menekankan pentingnya kemajuan bangsa dalam bidang ekonomi dan pendidikan serta pemerataan kesejahteraan.

"Bapak fokus pada prinsip-prinsip yang makro. Biarpun kita menetap di luar Indonesia, jangan lupa kita ini adalah orang Indonesia.

Kita juga harus membantu agar negara dan bangsa kita bangkit, lebih maju, lebih sejahtera, bisa lebih merata dari segi ekonomi, pendidikan, dan sebagainya.

Itu selalu ditekankan," ungkap Ilham.

Selain BJ Habibie, Lifetime Achievement Awards 2026 juga memberikan penghargaan kepada Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan William Soeryadjaya.

Yenny Wahid hadir mewakili ayahnya, sedangkan Edwin Soeryadjaya menerima penghargaan atas nama William Soeryadjaya.

Yenny menegaskan bahwa perjuangan Gus Dur tidak terbatas pada pembelaan terhadap kelompok minoritas. Menurutnya, Gus Dur membela orang-orang yang mengalami ketidakadilan tanpa membedakan latar belakang mereka.

"Gus Dur bukan pembela minoritas. Gus Dur adalah pembela orang-orang yang dizalimi.

Kalau yang kebetulan dizalimi adalah minoritas, akan dibela. Sampai, bahkan sampai mati," ujar Yenny Wahid.

Sementara itu, William Soeryadjaya mendapat penghargaan atas kontribusinya melalui dunia usaha dan pembangunan industri.

Edwin Soeryadjaya menyampaikan pesan ayahnya mengenai pentingnya menjaga kejujuran dan integritas dalam menjalankan kehidupan maupun pekerjaan.

"Satu hal yang ayah kami ingatkan kepada saya, yakni harus memegang integritas. Kami selalu diingatkan agar selalu jujur," kata Edwin Soeryadjaya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru