Tekanan di pasar obligasi Indonesia mendorong kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN). Yield acuan tenor 10 tahun naik 11,8 basis poin menjadi 7,64%.
Kenaikan ini terjadi di tengah pelemahan rupiah dan hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) yang kurang memuaskan.
Ridwan Adi Gunawan dari MNC Sekuritas merekomendasikan lima seri SBN untuk strategi perdagangan.
Nilai tukar USD/IDR meningkat 0,10% menjadi Rp 18.175. Pelemahan mata uang Indonesia berlanjut hingga sesi ketiga dan menambah kehati-hatian pelaku pasar.
Sejumlah faktor eksternal turut membebani sentimen, termasuk kenaikan harga minyak dan penguatan dolar AS menjelang keputusan Federal Open Market Committee (FOMC).
Kekhawatiran berkelanjutan terkait MSCI juga menjadi bagian dari tekanan pasar.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada rentang 3,75%-4,00%. Perbedaan suara di antara pengambil kebijakan mengenai kenaikan 25bp menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi masih berlangsung.
"The Fed mempertahankan suku bunga kebijakannya pada 3,75%-4,00%, sementara suara yang berbeda (dissenting votes) untuk kenaikan 25bp menggarisbawahi kekhawatiran yang masih ada atas inflasi," tutur Ridwan dalam risetnya pada Kamis (29/10/2026).
Tekanan pada Yield dan Aktivitas Transaksi
Imbal hasil obligasi domestik naik antara 5 hingga 13 bps di berbagai tenor.
Penyesuaian harga paling tajam terjadi pada kelompok jatuh tempo 8-12 tahun dibandingkan tenor yang lebih panjang.
Untuk obligasi acuan tenor 10 tahun, yield naik 11,8 bps hingga mencapai 7,64%. Kenaikan ini memperlebar spread terhadap US Treasury 10 tahun menjadi sekitar 259 bps.
Meski pasar tertekan, perdagangan di pasar sekunder masih mencatat aktivitas besar pada sejumlah seri obligasi pemerintah dan sukuk.
PBS003 menempati posisi teratas berdasarkan nilai transaksi, disusul FR0110 dan FR0111.
Nilai transaksi PBS003 mencapai Rp 11,78 triliun, FR0110 sebesar Rp 4,49 triliun, dan FR0111 Rp 3,17 triliun.
Dari sisi frekuensi, PBS030 bersama FR0111, PBS003, FR0110, dan FR0107 memimpin aktivitas perdagangan.
Ridwan memperkirakan yield obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun akan bergerak dalam rentang 7,45-7,60% untuk periode perdagangan yang dibahas.
Rentang tersebut menjadi acuan proyeksi di tengah perkembangan pasar global dan domestik.
Dalam penilaian untuk strategi perdagangan, Ridwan menyebut lima seri SBN yang dinilai menarik untuk dicermati investor. Daftar tersebut terdiri atas FR0090, PBS030, FR0109, FR0110, dan FR0065.