Gerry Cardinale memastikan Ruben Amorim tetap menjadi pelatih AC Milan dan tidak berada dalam ancaman kehilangan pekerjaan.
Dukungan itu disampaikan setelah Milan menelan kekalahan perdana di Liga Italia musim 2026-2027, menyerah 2-4 dari Bologna di Stadion San Siro, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut membuat Milan berjarak tujuh poin dari puncak klasemen Serie A, setelah sebelumnya juga kalah 0-3 dari Bournemouth di Liga Europa.
Kepercayaan Penuh dan Perencanaan Jangka Panjang
Cardinale menegaskan bahwa penunjukan mantan pelatih Manchester United itu merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang klub.
Menurutnya, keputusan terhadap Amorim tidak semata-mata didasarkan pada hasil pertandingan dalam waktu singkat.
Untuk menggambarkan komitmennya, Cardinale mengutip dialog dari film Top Gun yang dibintangi Tom Cruise.
“Saya menaruh kepercayaan penuh padanya.
Di akhir Top Gun, film favorit saya, ada satu kalimat sangat bagus: 'Saya tidak akan meninggalkan wingman saya' yang diucapkan oleh Tom Cruise,” kata Cardinale.
Ia kemudian menegaskan bahwa dukungan tersebut berlaku langsung kepada pelatih AC Milan.
“Saya juga tidak akan meninggalkan Ruben. Dia sama sekali tidak dalam bahaya.
Saya akan terus mendampinginya,” ujar Cardinale.
Pemilik klub itu juga mengaku tidak ingin kembali mengulangi kesalahan seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan dalam beberapa tahun terakhir.
Dia adalah manajer saya, dan kami akan terus bekerja sama sampai berhasil melangkah ke jenjang lebih tinggi,” kata Cardinale.
Target Gelar Serie A Tetap Dipertahankan
Meski memberikan perlindungan penuh kepada Amorim, Cardinale menolak menganggap musim 2026-2027 sebagai periode transisi.
Ia menilai kualitas pemain yang tersedia saat ini masih memungkinkan Milan bersaing dalam perebutan gelar juara Liga Italia, meski beberapa pemain penting sedang cedera.
“Hal itu sangat mungkin terjadi, 100 persen. Saya mengatakan ini tanpa bermaksud terdengar sombong,” ucap Cardinale.
Untuk memperkecil ketertinggalan dari Inter Milan dan Lazio di puncak klasemen, Cardinale berharap para pesaing mulai kehilangan poin.
“Setiap pagi saya bangun dengan harapan akan adanya celah kecil—artinya, Inter mulai meraih hasil imbang alih-alih kemenangan.”
Pada saat bersamaan, Milan dituntut membangun konsistensi melalui kemenangan beruntun.
“Sementara, kami mulai mencatatkan rentetan kemenangan. Kemenangan adalah satu-satunya hal penting bagi saya,” lanjutnya.
Cardinale menekankan pentingnya konsentrasi terhadap setiap pertandingan tanpa mengabaikan target besar klub.
“Tetapi, kami akan jalani laga satu per satu, perlahan memangkas jarak dengan tim-tim di atas kami, laga demi laga,” kata Cardinale.
Ujian berikutnya bagi AC Milan adalah menghadapi rival sekota, Inter Milan, dalam pertandingan bertajuk Derby della Madonnina.
Laga tersebut dijadwalkan digelar di Stadion San Siro pada Sabtu (31/10/2026) atau Minggu (1/11/2026) pukul 02.45 WIB.
Pertandingan melawan Inter menjadi kesempatan penting bagi Milan untuk memperbaiki hasil setelah kekalahan dari Bologna.
Dengan dukungan pemilik klub yang masih terjaga, Amorim tetap memiliki kesempatan melanjutkan pekerjaannya bersama AC Milan.
Target manajemen tidak berubah, yakni membangun kembali daya saing klub dan memperjuangkan gelar Liga Italia musim 2026-2027.