unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Cannavaro Sebut Spalletti dan Allegri Tak Terikat Satu Sistem
News

Cannavaro Sebut Spalletti dan Allegri Tak Terikat Satu Sistem

Fabio Cannavaro saat memberikan pandangan soal Juventus dan Napoli
Cannavaro Sebut Spalletti dan Allegri Tak Terikat Satu Sistem
A A Ukuran Teks16px

Fabio Cannavaro menyoroti pertemuan Juventus dan Napoli pada Senin (2/10/2026) dini hari WIB.

Mantan pemain kedua klub itu menilai Luciano Spalletti dan Massimiliano Allegri memiliki karakter kepelatihan yang mirip.

Kesamaan itu disebutnya bukan soal formasi, melainkan cara keduanya memahami sepak bola Italia secara menyeluruh.

Kesamaan Spalletti dan Allegri

Menurut Cannavaro, Spalletti dan Allegri sama-sama mampu mengelola pemain, menghadapi media, dan membangun hubungan dengan pendukung.

Keduanya juga dinilai tidak terikat pada satu sistem dan bisa menyesuaikan pendekatan taktik dengan karakter pemain yang tersedia.

"Spalletti dan Allegri adalah dua pelatih hebat yang telah meraih banyak prestasi dalam beberapa tahun terakhir," ujar Cannavaro.

Ia menambahkan bahwa kedua pelatih sangat memahami sepak bola Italia dan segala hal yang menyertainya.

Pada laga tersebut, Allegri tidak bisa mendampingi Juventus dari bangku cadangan karena menjalani hukuman larangan mendampingi tim selama dua pertandingan.

Marco Landucci kembali bertugas memimpin Juventus sebagai asisten.

Juventus dan Napoli sama-sama mengumpulkan 14 poin menjelang pertandingan, tetapi datang dengan hasil berbeda.

Napoli mengalahkan Monza dengan skor 4-1, sedangkan Juventus kalah 0-2 saat menghadapi Genoa.

Setelah hasil itu, Spalletti menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung Juventus.

Cannavaro menilai kedua tim masih memiliki pekerjaan rumah pada awal musim.

Napoli menghadapi persoalan kebugaran pemain akibat cedera, sementara Juventus masih berusaha menemukan kestabilan setelah melakukan sejumlah perubahan.

"Napoli jelas telah membayar harga yang cukup mahal akibat beberapa cedera di awal musim, sementara Juve, yang telah melakukan banyak perubahan dibandingkan tahun lalu, masih mencari konsistensi," ujar Cannavaro.

Cannavaro juga menyoroti kualitas pemain bertahan kedua tim, khususnya Alessandro Buongiorno dan Gleison Bremer.

Buongiorno dipuji karena dinilai memiliki naluri bertahan yang kuat dan mampu membaca situasi berbahaya.

"Saya sangat menyukai Buongiorno karena dia adalah seorang bek sejati. Dia mampu merasakan bahaya, tahu kapan harus maju dan kapan harus bertahan," ujar Cannavaro.

Ia menempatkan Bremer dalam kategori pemain bertahan berkualitas dan menilai kontribusi keduanya tetap penting bagi masing-masing klub meski menghadapi persoalan cedera.

Namun, kondisi kedua bek itu menjelang pertandingan tidak sepenuhnya ideal.

Buongiorno dipastikan menepi hingga tahun baru setelah menjalani operasi lutut, sedangkan Bremer masih diragukan tampil pada pertandingan Minggu.

Cannavaro turut membandingkan karakter penyerang masa kini dengan striker dari generasinya.

Ia menyoroti perubahan tuntutan permainan yang membuat penyerang modern harus bekerja lebih keras untuk membantu keseluruhan tim.

Rasmus Hojlund dan Randal Kolo Muani disebutnya sebagai penyerang dengan etos kerja tinggi.

"Hojlund dan Kolo Muani adalah pekerja keras. Sepak bola sekarang jauh lebih cepat, lebih intens, dan lebih atletis," ucap Cannavaro.

Menurutnya, striker generasinya lebih mematikan di depan gawang, sementara penyerang modern lebih banyak menjalankan tugas kolektif, termasuk membantu tim ketika tidak menguasai bola.

Dalam kesempatan yang sama, Cannavaro mengenang awal kariernya bersama Napoli.

Ia menyebut debut di Serie A bersama klub yang dicintainya sebagai pengalaman paling emosional sepanjang hidupnya.

"Saya rasa itu adalah hari paling emosional dalam hidup saya.

Bermain di Serie A untuk tim yang saya cintai bukanlah sesuatu yang bisa didapatkan oleh semua orang," tutur Cannavaro.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru